oleh

Uang Pesangon Tidak Jelas, PT Swabina Gatra Jadi Berurusan Dengan Hukum

seputartuban.com, TUBAN – Sebanyak 8 orang dari 123 karyawan PT Swabina Gatra yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dari unit keamanan, mengadukan ke Unit Pidana Khusus (Pidsus)  Satreskrim Polres Tuban. Karena pesangon tidak kunjung dibayarkan.

Salah satu karyawan yang melapor, Slamet Wijayarto  menerangkan kebijakan bahwa PT Swabina Gatra adalah salah satu penerima pekerjaan tender dari PT Semen Indonesia. Kemudian tahun 2019, anak usaha PT Semen Indonesia ini kalah tender dengan perusahaan lainnya. Kemudian karena ada Covid-19, ada repead order sampai akhir tahun 2020.

“Terkait dengan berakhirnya kontrak dengan SI, perusahaan dapat melakukan PHK. Cuma dari proses PHK-nya itu hanya sepihak. Dan kita hanya diberitahukan terkait dengan berakhirnya kontrak dengan PT. SI sehingga perusahaan melakukan PHK,” katanya, Kamis (11/3/2021).

Kemudian, terkait dengan proses PHK, Slamet mengaku  hanya diundang dan diberikan surat PHK berbentuk Surat Keputusan (SK) direksi  dan diberi surat pengalaman kerja. Yang artinya sudah diputus dengan alasan pensiun dini sejak 16 Desember 2020. Serta disampaikan juga akhir bulan untuk pesangonnya akan diberikan paling cepat 1 bulan paling lama 2 bulan.

“Saya dan teman – teman sudah berupaya beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak PT Swabina. Namun pihak perusahaan memberikan tanggapan yang katanya mengalami kesulitan keuangan. Dan akan dibayar dicicil selama kurang lebih 1 tahun. Dan angsuran pertama dimulai bulan maret kurang lebih 20% pembayarannya. Dan kami menolak jika pembayaran pesangon dicicil,” ungkapnya.

Lanjut Slamet, adapun besaran dari pesangon yang harus dibayarkan antara Rp. 108 samai Rp. 145 juta setiap orangnya, tergantung masa kerjannya. Rata-rata semua karyawan sudah  18-20 tahun bekerja dari 123 unit keamanan dan 26 bagian kebersihan. “Untuk besaran pesangan tergantung dari masa kerja, kerena rata -rata sudah 18-20 tahun bekerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum dari 8 Karyawan PT Swabina Gatra yang melapor, Zuhana Safii Putra menegaskan pengaduan ke Polres Tuban terkait dengan pesangon yang belum dibayarkan perusahaan.

“Beberapa kali kita sudah melakukan mediasi ,dan bahkan sebelum ada mediasi pun sudah beberapa kali kita hearing. Kita juga sudah melayangkan somasi sebanyak 2 kali tapi responnya masih negatif. Habis itu kita melangkah ke jalur hukum secara pidana kita laporan ke Polres. Secara perdata kita hari ini kita naikkan ke Pengadilan Niaga Surabaya,” ungkapnya.

Zuhana bersama 8 karyawan tersebut  membuat pelaporan di kepolisian, karena patut di duga perusahaan telah melanggar pasal 185 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Tidak dibayarnya pesangan itu ancaman hukuman minimal 1 tahun, maksimal 4 tahun.

“Perusahaan telah melanggar pasal 185 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Tidak dibayarnya pesangan itu ancaman hukuman minimal 1 tahun, maksimal 4 tahun,” tandasnya.

Terpisah, Manager Pengembangan & Evaluasi Bisnis PT. Swabina Gatra, Muhammad Cahyani saat dihubungi melalui pesan singkat aplikasi perpesanan, ditanya terkait keterlambatan pembayaran pesangon dan pelaporan ini, dia tidak memberikan jawaban. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru