MONTONG

seputartuban.com – Musik tongklek tidak hanya sekedar untuk membangunkan makan sahur. Kini mulai menjadi musik alternatif yang dinikmati masyarakat. Buktinya banyak kelompok yang mengikuti ajang perlombaan hingga mendapat orderan manggung hajatan masyarakat.
Group tongklek asal Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini, Rabu (01/07/2015) malam ngamen di Desa Guwoterus. 18 personil sebagian besar memainkan dangdut. Musik ini nampaknya menjadi hiburan alternatif bagi masyarakat.
Berbekal alat sederhana diantaranya galon, kentongan bambu, gong, simbal, group yang dibentuk tahun 2009 ini menghibur antar kampung. Warga yang menontong maupun pemilik rumah lokasi bermain, mereka memberikan uang dengan jumlah bervariasi. “Ngamen ini untuk membeli alat yang kurang. Yaitu gong perunggu dan drum mini,” Choirul Rokim (21), koordinator Tongklek.
Group yang pernah menjadi 9 terbaik dari 100 peserta pada perlombaan tingkat Kab. Tuban ini tetap optimis akan dikembangkan. “Ini untuk membudidayakan kesenian tradisional. Kita berharap kesenian tradisional lebih diperhatikan pemerintah Kabupaten maupun Provinsi,” ungkap Edi Muyono, pimpinan tongklek.
Ditengah keterbatasan dana yang dimiliki, kelompok ini ngamen saat malam Ramadhan. “Ya untuk tambah dana beli alat ya sedapatnya. Namanya saja ngamen,” imbuh Edi tanpa menyebut hasil ngamen. RHOFIK SUSYANTO
