Penulis: Hanafi
TUBAN

Meski kepergianya merupakan menunaikan bagian dari penyempurnaan rukun islam, namun sebagai manusia biasa sudah tentu sangat wajar. Jika harus berpisah jauh dengan orang terkasih akan merasa kehilangan dan cemas terus membayanginya. Dan tak jarang momentum ini banyak dihiasi tangis kecemasan melepas kepergian anggota keluarganya menjadi tamu Allah SWT.
Salah satunya seperti yang dialami oleh salah satu CJH bernama Hilayatus Sholihah (33) Bin Sahli, warga Desa Kebonharjo, RT. 01, RW. 02, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Dirinya menangis sesenggukan dengan anak dan suaminya disamping halaman Kantor Pemkab Tuban saaat akan melepas kepergianya.
CJH dengan nomor porsi 1300261245 ini harus rela meninggalkan suami dan anak lelakinya untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Tidak kuasa meninggalkan keluarga, meskipun sudah naik bus angkutan CJH, dirinya rela turun dan menghampiri anak sulungnya itu. “Saya tidak tega mas, dia masih kecil, tiap hari sama saya, ” tuturnya dengan mata berlinang.
Isak tangis tersebut terjadi hampir selama 30 menit, akhirnya terhenti setelah para CJH dipanggil untuk menaiki bus masing-masing sesuai regunya. Diketahui jumlah CJH yang diberangkatkan dari halaman Pemkab Tuban ini sebanyak 763. Dan terbagi dalam kloter 14 dan 15, serta rabu (26/09/2012) malam baru diberangkatkan ke tanah suci dari embarkasi Surabaya.
Foto : Isak tangis mewarnai keberangkatan CJH Kabupaten Tuban
