oleh

Suami Kesepian Ganyang Adik Ipar Mentah-mentah 13 Kali

TUBAN

DAPAT PERAWAN: Kadi, suami bejat asal Desa Ngimbang Kecamatan Palang saat menjalani  pemeriksaan di Polres Tuban, Senin (05/10/2015) siang.
DAPAT PERAWAN: Kadi, suami bejat asal Desa Ngimbang Kecamatan Palang saat menjalani pemeriksaan di Polres Tuban, Senin (05/10/2015) siang.

seputartuban.com-Seorang perawan kencur, sebut saja Bunga, asal Kecamatan Senori yang belum menginjak 14 tahun terpaksa  menjadi budak seks kakak iparnya sendiri, Kadi (32), selama hampir setahun.

“Korban ini dipaksa melakukan badan hingga 13 kali sejak bulan puasa tahun lalu di bawah ancaman pelaku. Perbuatan itu dilakuian saat isteri dari tersangka pergi mengantar anaknya ke sekolah,” kata Ksubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, Senin (05/10/2015) siang.

Menurut dia, korban terpaksa melayani nafsu bejat tersangka yang tinggal di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, setelah diancam akan menyebarkan video dirinya yang mandi telanjang lewat facebook.

Diam-diam, selama Bunga tinggal di rumahnya ternyata Kadi merekam adegan mandi telanjang Bunga dengan mengunakan video hand phone. Momen inilah yang kemudian dijadikan tersangka dengan mulus melancarkan nafsu hewannya.

Elis menjelaskan, karena kedua orang tuanya bekerja di Papua Bunga kemudian dititipkan di rumah kakak perempuannya yang menjadi isteri Kadi di Desa Ngimbang.

Korban yang tak tahan terus menerus jdi budak seks kakak iparnya kemudian mengadukan aib tersebut kepada ortunya di Papua melalui sambungan telepon, sebelum akhirnya kasus seks sedarah tesebut dilaporkan ke Polres Tuban.

Tersangka beranak satu itu kemudian tanpa perlawanan diringkus pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Poles Tuban.

Elis menjelaskan, persetubuhan terlarang itu dilakukan sejak Juni 2014 silam. Kejadian bermula saat secara diam-diam tersangka merekam korban yang tengah mandi dengan kamera hand phone.

“Berbekal rekaman video itulah tersangka kemudian memaksa korban menuruti nafsunya,” tandas dia.

Pelaku dijerat pasal 81 jo pasal 76 D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. ARIF AHMAD AKBAR

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru