oleh

Sowan Ketua PBNU, Setiajit Didoakan Jadi Pemimpin yang Amanah

seputartuban.com, TUBAN – Calon Bupati Tuban Setiajit kembali bertemu dengan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Kali ini, Setiajit sowan ke rumah Kiai yang lama studi di Makkah tersebut.

Setiajit didampingi Calon Wakil Bupati Tuban RM. Armaya Mangkunegara (gus Maya) dan dua adik Armaya, yakni Ahmada Mangkunegara(Gus Mada) dan Abraham Naja (Gus Naja) serta sekretaris DPC PPP Tuban Muhammad Ma’ruf. Mereka diterima di rumah Buya Said panggilan KH Said Aqil Siradj di rumah di kawasan Ciganjur, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Pada kesempatan itu, Buya Said kembali mendoakan agar Kabupaten Tuban menjadi daerah yang maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan di bawah kepemimpinan Setiajit dan Armaya atau pasangan Setia Negara.

 ‘’Saya kedatangan sahabat saya, yang sudah saya kenal lama. Yakni yang terhormat Pak Setiajit yang mempunyai maksud akan maju menjadi bupati dan wakil bupati. Sebagai teman saya mendoakan. Mudah-mudahan Allah mempermudah urusannya,’’ ujar Buya Said.

Buya Said juga mendoakan agar Setiajit berhasil maksudnya yang dengan tulus ikhlas akan membangun Tuban menjadi maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan. Buya Said mengaku tak punya kepentingan apa-apa atas doa dan dukungannya itu.

 ‘’Doa ini saya sampaikan untuk sahabat lama saya Pak Setiajit dengan tulus ikhlas. Saya tak punya kepentingan apa-apa. Kepentingan saya hanya satu masyarakat Tuban menjadi aman, damai, sejahtera, adil makmur. Mudah-mudahan masyatakat Nahdlatul Ulama memahami apa yang saya sampaikan ini,’’ kata Buya Said.

Pada Januari lalu, Buya Said juga pernah datang ke rumah Setiajit di Jalan dr. Sutomo Tuban. Saat itu Buya Said mengiri pengajian yang dihadiri sekitar 2.000 jamaah.

Kala itu, Buya Said mengatakan, jargon Tuban Milik Bersama dari Setiajit sangat islami. Jargon itu pula yang akan dibawa Setiajit dalam maju pilkada Tuban Desember besok. Bahwa maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan itu adalah inti dari pemerintahan yang islami.  ‘’Ini gampang ditulis, namun sulit untuk diwujudkan. Maka nanti Pak Setiajit harus benar-benar mewujudkan itu,’’ pesan saat itu.

Inti dari ajaran dan pemerintahan yang islami memang seperti apa yang ditawarkan Setiajit tersebut. Saat itu, Buya Said menyatakan, dalam Alquran tidak disebutkan bentuk pastinya pemerintahan harus seperti apa.  Namun, yang harus diberikan pada rakyat adalah maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan itu.

‘’Dalam Alquran tidak disebut bentuk pemerintahannya. Apakah kerajaan, demokrasi, kesultanan, republik, bahkan khilafah pun tidak ada di Alquran. Namun Indonesia paling cocok republik atau negara kesatuan,’’ tambahnya.

Saat ditanya terkait Setiajit yang akan maju dalam pilkada, Kiai Said mengatakan bahwa Setiajit adalah pribadi yang baik. Kedatangan dia kala itu untuk menyapa warga NU yang ada di Tuban. Dia berharap pilkada di Tuban nanti damai menghasilkan pimpinan terbaik.

 ‘’Pak Setiajit sudah kenal lama. Dia pribadi yang baik. Dia berjasa menyukseskan Muktamar NU di Jombang dulu,’’ kata Buya Said.

Dengan visi yang dibawa, yakni maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan, Buya Said sekali lagi menyatakan itu adalah konsep yang islami. Sementara Setiajit mengatakan, sebagai santri dia sangat tawadhuk pada para kiai. Kebetulan Buya Said adalah sahabat lama yang dia kenal. Jika saat ini menjadi Ketua Umum PBNU dia sangat bangga.

 ‘’Saya bangga kenal dekat dengan sahabat saya yang sekarang Ketua PBNU itu. Ini adalah sowannya santri pada kiainya. Mohon doa dan restunya, alhamdulillah Buya Said mendoakan dan mendukung,’’ jelasnya.

Doa dan dukungan itu, kata mantan Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) ini menambah semangatnya untuk meraih kemenangan dalam pilkada. ‘’Ya seperti pesan Buya, saya akan menjadikan Tuban maju, unggul, sejahtera dan berkeadilan. Tuban milik bersama,’’ tandasnya. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru