SH Terate Cabang Tuban Minta Seluruh Pelaku Dan Aktor Intelektual Penyerangan Diproses Hukum

seputartuban.com, TUBAN – Pengurus Cabang Persaudaraan Setia Hati Tereta (SH Terate) Cabang Tuban melalui humasnya, menyampaikan pernyataan resmi Tim Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA)  SH Terate Cabang Tuban. Meminta semua pihak tidak beropini yang berdampak memperkeruh kasus sekelompok orang yang melakukan penyerangan rombongan pemotor yang dipulangkan oleh aparat keamanan dan Pengamanan Terate (Pamter) di jalan raya Jatirogo – bojonegoro, tepatnya di kawasan Ds. Kedungjambe Kecamatan Singgahan, belum lama ini.

“Kami meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Karena masih belum diketahui motif mereka melakukan penyerangan dan siapa saja pelaku serta otak pelaku kejadian tersebut. Agar tidak terjadi spekulatif dari publik, berdampak citra pihak tertentu,” kata Koordinator LHA, Khoirun Nasihin.

SH Terate Cabang Tuban meyakini, Polisi dapat bekerja secara profesional dan maksimal. Untuk membuat terangnya kasus penyerangan tersebut. Melalui pengumpulan informasi dari sejumlah sumber. Mulai gambaran peristiwa itu terjadi, faktor-faktor lainnya hingga dampak dari aksi kelompok massa yang melakukan penyerangan dengan pelemparan batu. Hingga menyebabkan sejumlah kerugian dan korban personil Pamter hingga harus dirawat di rumah sakit.

“Pihak Kepolisian Resort Tuban kami Yakini mampu bersikap tegak lurus dalam penegakan hukum. Agar korban segera mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. Serta berdampak pada Kamtibmas Tuban yang semakin kondusif. Karena masyarakat merasa mendapatkan keadilan dengan memproses hukum para terduga pelaku pidana tersebut,” imbuh Nasihin.

Pengembangan hasil penyelidikan, tertangkapnya terduga pelaku penyerangan di Desa Kedungjambe akan membantu kepolisian untuk mengungkap tuntas kejadian tersebut. “Kami percaya, pihak kepolisian akan bekerja lebih cepat dan tepat demi Tuban lebih kondusif. Dan para pelaku segera ditemukan untuk dihadapkan pada persidangan, para perusak citra organisasi dan perusak kerukunan harus diberikan efek jera,” tegasnya.

Permasalahan serupa terjadi terjadi di wilayah hukum Kabupaten Tuban, Tahun 2019 terjadi seperti penyerangan dan penganiayaan anggota Pamter di Kecamatan Parengan saat acara pemeriksaan ayam jago SH Terate Cabang Tuban. Menyebabkan sejumlah luka dan seorang personil Pamter mengalami luka bacok. Penganiayaan Anggota SH TERATE di wilayah KIT Kecamatan Jenu. Hingga kini kasus tersebut juga belum jelas perkembangannya.

“Jadi kami berharap pihak polisi benar-benar independen dan objektif terhadap perkaranya. tidak terpengaruh oleh opini-opini publik dan isu pergerakan-pergerakan kelompok. Justru kami khawatari apabila satu permasalahan tidak diselesaikan secara terang dan jelas akan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang sangat tidak diinginkan semua pihak. Serta menjadi pemicu masalah-masalah baru. Karena sumber masalah tidak dituntaskan,” ungkap pengacara muda tersebut.

Nasihin juga menyarankan, agar tindakan preventif yang dilakukan oleh jajaran keamanan perlu ditingkapkan. Dalam deteksi potensi kerawanan wilayah, seperti dalam kasus penyerangan di Desa Kedungjambe. Adanya dugaan massa yang sudah berkumpul dari sejumlah daerah di sekitar lokasi tersebut. Jika sudah terdeteksi, tentu dapat diminimalisir kejadian tersebut.

Peran pemerintah daerah dalam mewujudkan kerukunan lintas perguruan dan prestasi pencak silat juga perlu ditingkatkan. Karena pencak silat merupakan warisan luhur budaya bangsa yang telah diakui Unesco sebagai warisan dunia tak benda. Sebuah asset daerah dan bangsa yang sudah seharusnya mendapat dukungan penuh.

“Sudah seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban juga ikut berperan bergandengan tangan bersama lintas perguruan silat. Baik kerukunan, pemberdayaan maupun prestasi. Karena semua faktor ada di dalam pencak silat,” pungkasnya. NAL/RLS

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses