oleh

Ini Pernyataan Resmi SH Terate Tuban Kasus Penyerangan Kedungjambe

seputartuban.com, TUBAN – Peristiwa kelompok massa yang melakukan penyerangan terhadap rombongan pemotor yang dikawal Polisi dan Pengamanan Terate (Pamter) belum lama ini sempat menghebohkan Kabupaten Tuban. Karena kejadian itu berbuntut panjang. Sejumlah warga SH Terate menggruduk kawasan lokasi kejadian, Desa Kedungjambe, Kec. Singgahan, Kab. Tuban untuk mencari para pelaku.

Menanggapi kejadian ini, pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Tuban membuat pernyataan resmi melalui humasnya.  Berikut isi pernyataan resminya tersebut :

Menyikapi adanya kejadian pelemparan batu terhadap rombongan premotor yang dipulangkan aparat kepolisian bersama pengamanan terate (Pamter) melalui kawasan Desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban terjadi aksi pelemparan batu oleh sekolompok orang yang tidak dikenal. Mengakibatkan seorang personil Pamter yang sedang mengawal mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Akibat kejadian itu menyebabkan sejumlah warga SH Terate mendatangi lokasi kejadian, Minggu (7/8/2022) secara spontan dari sejumlah daerah dalam dan luar Kabupaten Tuban. Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Tuban mendatangi lokasi untuk meredam emosi massa.

“Sudah seharusnya seluruh warga SH Terate mengakui dan menghargai perbedaan dalam menjalin persaudaraan dan kebersamaan. Harapan kepada pihak sebelah untuk meredam provokasi dan menghormati karifan setempat yang difasilitasi aparat pemerintah ka desa camat dan kepolisian,” ungkap Ketua SH Terate Cabang Tuban, Lamidi, melalui pers rilisnya.

Kemudian dilakukan pertemuan dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kecamatan Singgahan bersama lintas perguruan silat di kecamatan singgahan. Hasilnya akan dibuat tugu bersama lintas perguruan di lokasi tersebut. Sebelumnya, terjadi pertemuan antara Kapolres Tuban, Wakapolres Tuban, Kabag Ops, Kasat Intelkam Polres Tuban, Ketua SH Terate Cabang Tuban, Ketua SH Terate Ranting Singgahan dan Ketua Pagar Nusa Singgahan, pemilik tanah lokasi gapura dan Kepala Desa Kedungjambe.

“Hasil rapat/pengkondisian   wilayah Kedungjambe harus aman dan kondusif. Jangan sampai ada kejadian lagi, ini yang terakir. Saya minta semua dulur-dulur (SH Terate) menahan diri dan menghormati keputusan yang sangat baik ini. Dengan tugu bersama wujud kebersamaan dan persaudaraan seperti ajaran kita. Tentang hukum, kita pasrahkan kepada aparat penegak hukum dan terus kita kawal bersama,” kata Ketua SH Terate Cabang Tuban, Kang Mas Lamidi, S.P.

Tim pengurus cabang meliputi Pamter, Humas dan Lembaga Hukum serta fungsi lainnya telah melakukan kajian internal atas kejadian tersebut. Hasilnya sudah dirangkum untuk pertimbangan internal dalam mengambil keputusan. Mulai dari situasi lokasi malam kejadian, akun medsos provokasi dan lainnya.

“Kami yakin aparat kepolisian dapat bekerja professional untuk mengungkap dan memproses hukum siapa saja pelaku penyerangan dan siapa aktor intelektualnya. Agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” harap ketua cabang.

Termasuk mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan pemeriksaan ayam jago , Minggu (25/8/2019) di Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Kejadian ini juga mengakibatkan seorang Personil Pamter Ranting Parengan mengalami luka bacok. “Kasus ini juga kami percaya sepenuhnya aparat dapat mengungkap. Karena sarana dan prasarana sangat mendukung untuk mengungkap dan memproses semua,” tegasnya.

Dalam suasana HUT RI ke-77 ini, ketua cabang menghimbau agar para warga SH Terate terus menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing. Agar tidak mudah terprovokasi dan terus menyebarkan kebaikan. Sesuai ajaran pendiri SH Terate yang juga pahlawan perintis kemerdekaan. Tentang nasioanlisme dan patriotisme yang diajarkan hingga saat ini. Persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa adalah bagian dari perilaku mencintai bangsanya. Selain terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur Indonesia berupa pencak silat.

“Mari bersama-sama untuk menunjukkan ajaran kita di masyarakat. Jangan terbawa arus provokasi dalam bentuk apapun, oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah SH Terate. Kita rawat kerukunan lintas perguruan dan kerukunan sesame anak bangsa,” harapnya. NAL/RLS

Print Friendly, PDF & Email