oleh

Sandiwara Komplotan Bajing Loncat Terbongkar

TUBAN

seputartuban.com – Aksi tipu-tipu komplotan bajing loncat berhasil dibongkar Polisi, berkat kejelian saat melakukan pemeriksaan salah satu pelaku yang memberikan laporan palsu. Informasi awal yang diterima Polisi lalu dikembangkan, dan berhasil menangkap 5 perlaku lainya.

release
DIBONGKAR : Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi didampingi Kasat Reskrim dan Kasub Bag Humas saat press release di halaman belakang Mapolres

Seorang sopir truk tronton, Riswanto (48), warga Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Tajinan, Malang bersama komplotanya diringkus Polisi. Karena menjadi pelaku perampokan dan perampasan truk.

Awalnya Riswanto melaporkan kepada Polisi bahwa dirinya mengemudikan truk tronton Nopol B 9840 UEU bersama Anggi Tantu Ifaka (18), kenek truk warga asal Malang melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta. Sabtu (07/09/2013) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Keduanya berhenti disalah satu warung makan di kawasan Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.Kemudian ada 2 orang berniat menumpang menuju Jakarta dan diijinkan.

Sesampai di kawasan hutan Pakah, Tuban kedua penumpang tersebut membekap dan menutup mulut serta mata kenek truk. Kemudian dibawah ancaman, sang sopir dituntun mengemudikan truk menuju ke lokasi yang telah ditentukan. Yakni dirumah Supriyanto Warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Kemudian para pelaku menurunkan seluruh muatan truk. Berisi 1.760 kardus produk unilever.

Truk kemudian dibuang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sedangkan sang sopir dan kenek truk dibuah terpisah. Diwilayah Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Kemudian para pagi harinya kenek truk ditemukan warga sekitar dan langsung pulang ke Malang. Sedangkan sopir truk yang juga di tolong warga kemudian dilaporkan ke Polisi.

Saat dimintai keterangan, jawaban Riswanto janggal dan terkesan berbohong. Polisi yang curiga adanya keterangan palsu, kemudian melakukan reka ulang di lokasi lokasi yang di singgahinya. Kemudian barulah terungkap dan polisi menyimpulkan bahwa keterangan Riswanto adalah rekayasa. Atas kesimpulan ini dia tidak bisa berkelit dan akhirnya mengaku bahwa pengakuannya tersebut adalah rekayasa dirinya bersama komplotanya.

Setelah menjalani proses penyidikan lebih lanjut, muncul nama pelaku lain yang di tangkap di surabaya usai menjual seluruh isi muatan truk. Mereka yang diamankan adalah Riswanto (48), sopir tronton. Isak Ansori alias Aris (35), warga asal Kecamatan Sukodadi, Kab. Lamongan.

Juga berhasil diringkus Asmadi alias Manik (33), warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Arifin alias Hendro alias Marijan (37 ), warga Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Serta Imam Syafi’i (24), warga Surabaya. Sedangkan seorang pelaku lain berhasil kabur saat disergap petugas.

Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi saat dikonfirmasi, Kamis (12/09/2013) menegaskan pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas saat memeriksa Riswanto. “Dari keteranganya Riswanti adalah rekayasa sandiwara saja,” jelasnya.

Kelima pelaku tersebut di jerat pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 2 e junto pasal 55 ayat 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun. Sedangkan supriyanto juga di jerat pasal yanng sama subsider pasal 480 KUHP. Karena sebagai penadah dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan bawang bukti berupa borgol dan lakban hitam. Truk tronton milik PT Alamui logistik, Daihatsu Xenia Nopol L 1608 WW, mobil kuda Nopol L 1087 DS. Mobil box L 300 Nopol B 2077 PI. 5 handphone milik para pelaku. 480 kardus produk unilever dan uang tunai Rp. 500 ribu sisa penjualan hasil kejahatan.

Atas kejadian ini, PT DHL perusahaan jasa pengiriman barang mengalami kerugian sekitar Rp. 400 juta. Kepada penyidik Riswanto, mengungkapkan terkait niatnya yang merampok truk yang dikemudikannya sendiri karena riswanto ingin merubah nasib.

Karena sudah lama menjadi sopir truk, namun nasibnya tak pernah berubah. Rupanya jalan pintas yang di pilih mengantarkannya ke jeruji besi. Karena jalan pintas yang di laluinya adalah melanggar hukum dan merupakan kejahatan pidana. (pit)

Terbaru