Penulis : Pito Suwarsono
MONTONG

Ketujuh korban luka parah tersebut, empat diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Tuban, karena mengalami patah tulang dibagian kaki, punggung dan tangan. Mereka adalah Dariami, Karmijah, Listiana dan Rupi’ah.
Sementara tiga korban lainnya yakni Harsini, Jamini dan Budi, terpaksa menjalani perawatan darurat di Puskesmas Montong. Seluruh korban adalah warga Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
Kecelakaan tersebut terjadi, ketika sekitar 20 orang ibu-ibu bermaksud mengikuti pengajian dalam rangka Haul Raden Ronggo Darmo di Dusun Muser, Desa Maindu, yang juga dihadiri oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda.
Rombongan ibu-ibu ini menumpang mobil pick up bernopol W 8379 X, dengan cara duduk di bak terbuka belakang mobil. Nahas akibat kondisi jalan rusak parah, mobil yang mereka tumpangi mendadak terguling. Sekitar 1 kilo meter dari lokasi pengajian.
Selain 7 korban luka parah, akibat peristiwa ini sejumlah penumpang lain juga mengalami luka ringan, termasuk sopir pick up Harianto, warga setempat.
Perawat Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Tuban Firman Hidayat mengatakan, bahwa korban rata-rata menderita luka patah tulang, bahkan 2 diantaranya juga langsung dioperasi akibat lukanya yang sangat parah. “korban menderita patah tulang,” katanya.
Warga yang melihat peristiwa itu langsung memberikan pertolongan, empat korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Tuban, sementara tiga korban lainnya dievakuasi ke Puskesmas Montong.
Foto : Salah satu korban pick up terguling, saat dirawat di RS NU Tuban

WAH REPOT AREP GOLEK AMAL MALAH KECELAKAAN. SABAR BU UJIAN …????