oleh

Operasi Yustisi Pelanggar Prokes Didenda Rp. 50 ribu

seputartuban.com, TUBAN – Aparat terus melakukanupaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Tuban. Hal itu dilakukan Polres Tuban bersama instansi pemerintah terkait. Diantaranya dengan melaksanakan operasi yustisi sidang ditempat terhadap pelanggar protokol kesehatan. Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.

Kegiatan operasi yustisi sidang ditempat dilaksanakan di depan Kantor Kecamatan Palang. Dengan melibatkan TNI, Polri, Satpol-PP serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Jumat(16/07/2021).

Dalam kegiatan operasi Yustisi  yang dipimpin oleh Kabagops Polres Tuban, Kompol Budi Santoso ini sebanyak 26 orang yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Mereka tidak memakai masker ditempat umum sehingga harus mengikuti sidang ditempat. Serta membayar denda masing-masing sejumlah Rp. 50 ribu rupiah.

Penegakan hukum bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker yang mengikuti sidang di tempat oleh penyidik Polres Tuban dan JPU Kejari Tuban. Serta Hakim Pengadilan Negeri Tuban. Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jatim No 2 tahun 2020 , Pasal 27 c huruf b junto Pasal 49 ayat 1.

Kapolres Tuban, AKBP Darman,  saat berada di lokasi kegiatan mengatakan  kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat penerapan PPKM Darurat Covid-19.

“Kita lihat tadi ada 26 pelanggar yang rata-rata dikenakan denda Rp. 50 ribu. Namun jangan dilihat jumlah dendanya. Ini tujuannya untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya protokol kesehatan disaat PPKM Darurat seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut Perwira polisi asal Demak itu menjelaskan bahwa lonjakan angka Covid-19 dan angka kematian di Kabupaten Tuban cukup tinggi. Dia berharap kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi aturan PPKM darurat.

“Kalau kita lihat lonjakan angka Covid-19 di Kabupaten Tuban, angka kematian juga cukup tinggi, masyarakat harus sadar bahwa pentingnya protokol kesehatan untuk dirinya masing-masing, disaat PPKM darurat diharapkan masyarakat mengurangi mobilitas diluar rumah, apalagi di malam hari masyarakat diarahkan untuk tinggal di rumah saja, resikonya cukup tinggi,” terangnya.

AKBP Darman mengatakan saat ini penekanan pemerintah adalah bagaimana membatasi mobilitas masyarakat, dengan harapan kabupaten bisa menuju zona kuning. “Saat ini Tuban zona merah, zona mobilitas juga merah, angka kematian rata-rata diatas 10 orang perhari, itu yang di rumah sakit yang ada di kota. Ayo sama-sama mensukseskan aturan pemerintah yang tujuannya baik untuk kita semua,” harapnya. RLS/FIK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru