JATIROGO
seputartuban.com – Memasuki musim tanam padi, berdampak pada ramainya transaksi emas, sebab para petani membutuhkan modal untuk biaya tanam. Terlihat di sejumlah toko emas di Tuban mulai ramai masyarakat menjual emasnya.

Salah seorang pengusaha toko emas di Pasar Jatirogo, Agung (52), mengatakan masyarakat menjual emasnya mulai ramai. “Saat musim tanam padi seperti saat ini, banyak petani yang jual kembali perhiasan mereka,” ujarnya, Minggu (28/11/2016).
Diprediksi kondisi pasar seperti ini akan berlangsung hingga awal tahun 2017. Banyak masyarakat yang memiliki anak sekolah butuh pendaan untuk keperluan sekolah di awal semester. “Kondisi seperti ini (ramainya jual kembali emas) selalu terjadi di akhir tahun,” terang Agung.
Lebih lanjut dia menyampaikan terkait harga emas untuk saat ini masih stabil. Dengan semakin ramainya jual emas masyarakat tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh harga akan mengalami perubahan. “Tahun lalu dengan kondisi semacam ini harga relatif turun. Memang untuk tahun ini sepertinya tak seramai tahun lalu,” tutupnya.
Sekedar diketahui, harga emas muda kisaran Rp 250.000 per gram, sedang harga jual kembali kisaran Rp 200.000 per-gram. Sedangkan emas tua kisaran harga Rp 425.000 per-gram dengan harga jual kembali kisaran Rp 375.000 per-gram.
Sementara itu, salah seorang warga, Yatmi, mengaku menjual kembali perhiasannya untuk keperluan modal tanam. “Modal tanam saat ini tidak sedikit, kalau tidak ada tabungan ya jual atau gadai emas. Soalnya nilai jual emas tinggi dan cepat jualnya,” jelasnya. USUL PUJIONO
