Published On: Rab, Nov 27th, 2019

Mulai 2020 Mau Nikah Harus Punya Sertifikat ? Inilah Penjelasannya

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, TUBAN – Belum lama ini Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Effendi melontarkan wacana akan memberlakukan sertifikat nikah sebelum pasangan pengantin melangsungkan pernikahan. Pemberlakuannya akan dimulai tahun 2020. Setiap calon pasangan pengantin harus memiliki sertifikat nikah sebelum dapat melangsungkan pernikahan.

Kepala Kemenag Tuban, Sahid

Menanggapi wacana ini, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Tuban, Sahid membenarkan wacana tersebut. Namun secara aturan tertulis belum didetailkan (breakdown) di Kementrian Agama maupun kementrian terkait termasuk Kementrian Kesehatan.

“Maka sebenarnya dari kementerian agama yang merupakan leading sactor ,terkait dengan pernikahan tersebut  menanggapi positif. Karena kementerian agama sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pencegahan pernikahan dini,” jelasnya melalui sambungan telepon, Selasa (26/11/2019).

Sahid, menambahkan di Kabupaten Tuban pada tahun 2019 sudah ada 37 angkatan. Tiap angkatan terdapat  25 pasang  calon pengantin. Mereka menerima pembinaan pencegahan pernikahan dini dan pembekalan calon pengantin .

“Supaya nantinya  siap untuk menjadi ibu rumah tangga dan kepala keluarga. Termasuk yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat dan terkait dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” imbuhnya.

Sementara itu, konsep dari Kemenag yang sudah dilakukan bertahun-tahun namun pengaruhnya belum banyak kepada masyarakat  dan seakan-akan itu hanya simbolis. “Berdasarkan penelitian masih tinggi angka perceraian dan masih tinggi pernikahan dini buktinya banyak yang minta dispensasi nikah ke pengadilan agama,” imbuhnya. Disinggung terkait salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat nikah, pihaknya  belum bisa memberikan pernyataan. Pasalnya , secara aturan resmi belum ada kementrian yang mengeluarkan peraturan tersebut. Termasuk dari Kemenag pusat maupun Kanwil. “Makanya masyarakat menunggu terlebih dahulu dan kita sebagai pelaksana juga harus sudah siap terhadap apa yang di buat oleh pemerintah, dan tentu harus kita laksanakan. Tapi sampai dengan sekarang belum tau secara mekanismenya mendapatkannya seperti apa,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :