oleh

Marak Pengiriman Pupuk Subsidi Dihadang, Polres Tuban Gelar Rakor

seputartuban.com, TUBAN – Maraknya aksi penghadangan kendaraan pengangkut pupuk bersubsidi yang terjadi sejumlah wilayah, menjadi perhatian Kepolisian Resor Tuban. Selasa (10/11/2020) dilaksanakan rapat koordinasi di Mapolres Tuban bersama pihak terkait untuk membahas persoalan ini.

Hadir dalam kegiatan ini, Kabagops Polres Tuban, Kompol Budi Santoso, Pasi Ops Kodim 0811 Tuban Kapten Inf. Prayitno , PJU, Kepala Dinas Pertanian Kab. Tuban, Murtadji. Juga hadir Kapolsek Jajaran serta Manager  Penjualan wilayah Jawa-Bali Petrokimia Gresik, Kab. Tuban serta Distributor Wilayah Kabupaten Tuban.

Menanggapi terkait penghadangan kendaraan pengangkut pupuk yang dilakukan oleh petani, Kabag Ops Polres Tuban menyampaikan bahwa stok persediaan pupuk semestinya cukup. Hanya masyarakat yang tidak sabar. “Sebetulnya persediaan pupuk di Kabupaten Tuban dari keterangan Pak Kadis dan Petrokimia itu cukup. Cuma mereka tidak sabar, yang menghadang ini nantinya juga akan dapat,” ungkapnya.

Dengan adanya rapat hari ini ada keterbukaan informasi baik dari dinas pertanian, Petrokimia dan distributor nanti seluruh kabupaten Tuban akan mendapat pupuk bersubsidi dan sudah ada jatahnya masing-masing. “Alokasi dari distributor itu ada dan tercukupi cuma waktunya yang perlu di informasikan kepada masyarakat. Dijamin oleh Dinas Pertanian dan Petrokimia Gresik semua tercukupi di wilayah Kabupaten Tuban,” imbuhnya.

Saat ditanya media mengenai penyerapan pupuk Kepala dinas pertanian kabupaten Tuban Murtadji menyampaikan bahwa penyerapan pupuk di Tuban sudah mencapai 75 persen. “Sampai saat ini sudah terserap sekitar 75 persen, masih ada 25 persen dengan hitungan teknis masih bisa mencukupi kebutuhan pupuk di Kabupaten Tuban untuk dua bulan kedepan,” ungkapnya.

Petani perlu mengetahui bahwa mulai tahun 2021, petani yang tidak memiliki Kartu Tani tidak dapat membeli pupuk bersubsidi. “Karena di tahun 2021 yang tidak mempunyai Kartu Tani tidak akan mendapatkan pupuk. Harapan Kami semua petani ditahun 2021 jangan sampai tidak ada yang mendaftar di E-RDKK,” imbuh Murtadji.

Manager penjualan wilayah Jawa-Bali Petrokimia Gresik, Iyan Fajri, menyampaikan Petrokimia Gresik siap menyediakan pupuk sesuai yang dibutuhkan oleh Kabupaten Tuban. “Kami siap menyediakan stok sesuai yang dibutuhkan untuk Kabupaten Tuban ini. Kami juga sudah menugaskan kepada semua distributor maupun kios untuk dapat menyalurkan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Petrokimia juga siap memberikan sanksi kepada distributor yang melakukan pelanggaran maupun penyelewengan “Sanksinya dari mulai sanksi administrasi, peringatan hingga pencabutan izin,”  tegasnya.

Hasil dari Rapat koordinasi tersebut Polres Tuban merekomendasikan beberapa poin kepada masing-masing pihak. Kepada dinas Pertanian, agar memperbarui data petani baik Pesanggem, Gapoktan maupun non Gapoktan yang terdaftar di E-RDKK. Memberikan informasi kebutuhan pupuk di Kab. Tuban

Sedangkan kepada Petrokimia Gresik melalui perwakilan yang hadir, agar mencukupi alokasi 3 unit gudang yang ada di Kec. Widang, Kec. Palang serta Kec. Jenu. Menjamin DO Penebusan pupuk berjalan lancer. Berkomitmen menindak pelanggaran regulasi pupuk bersubsidi sesuai aturan yang berlaku. Menyediakan pupuk non subsidi di kios maupun distributor.

Sedangkan kepada distributor pupuk, diharuskan ada transparansi informasi kepada masyarakat terkait jadwal pendistribusian pupuk. Distributor agar membuat jadwal pengiriman pupuk selanjutnya diserahkan ke Polres Tuban maupun Polsek maksimal 3 hari sebelum pengiriman.  Agar melaksanakan penebusan dan pendistribusian pupuk sesuai alokasi diwilayahnya. Distributor memberikan tembusan kepada Polsek asal maupun tujuan terkait pengiriman pupuk. RLS/NAL

Terbaru