oleh

Komisi B Pelototi Dinas Pertanian dan Disperpar

TUBAN

CANCOKO: Ke depan kita berharap, anggaran yang ada bisa terserap secara maksimal dan benar-benar tepat sasaran.
CANCOKO: Ke depan kita berharap, anggaran yang ada bisa terserap secara maksimal dan
benar-benar tepat sasaran.

seputartuban.com-Jelang berakhirnya tahun anggaran 2015, Komisi B DPRD Tuban fokus melakukan pengawasan terhadap penyerapan anggaran.

Dinas Pertanian serta Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban menjadi fokus pengawasan dan evaluasi tersebut.

Berkaitan itu, dalam satu bulan ini Komisi D melakukan blusukan pada Dinas Pertanian dan Disperpar guna mencari akar permasalahan yang menjadi sebab rendahnya penyerapan anggaran.

Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, mengatakan komisinya telah melakukan kunjungan pada UPTD pertanian yang ada di tingkat kecamatan untuk mencari kelemahan dan kendala terkait rendahnya penyerapan anggaran di Dinas Pertanian.

“Sebab dinas tersebut (Dinas Pertanian) penyerapan anggarannya paling buruk. Ke depan diharapkan ada peningkatan,” kata Cancoko di gedung DPRD Tuban, Selasa (20/10/2015) siang.

Menurut dia, dari hasil evaluasi tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi. Yakni adanya gelontoran dana yang sukup besar dari APBN, sehingga penyerapan APBD kurang maksimal.

Hal ini mengakibatkan, untuk pelaksanaan kegiatan kontruksi menunggu perencanaan pengerjaan dari Dinas PU. Sedangkan Dinas PU sendiri lebih mengutamakan programnya sendiri.

“Yang telat penyerapannya untuk kegiatan kontruksi. Karena Dinas Pertanian tidak memiliki tenaga teknis kontruksi sehingga menunggu dari Dinas PU,” papar Cancoko.

Komisi B berencana akan mensingkronkan antara Dinas Pertanian dan Dinas PU. Dengan begitu dalam kerjasama antar dinas tidak menyebabkan pelaksanaan kegiatan di Dinas Pertanian molor.

Cancoko mengimbuhkan, kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh Komisi B itu akan dipakai sebagai bahan dalam pembahasan APBD 2016. Tujuannya agar dalam penyerapan anggaran tidak molor.

“Ke depan kita berharap, anggaran yang ada bisa terserap secara maksimal dan benar-benar tepat sasaran sesuai dengan progres yang sudah dibuat,” tandas politisi Partai Demokrat ini.

Konsep Pariwisata Tak Sebagus Potensinya 

Pada bagian lain, Komisi B menilai kinerja dari Disperpar Tuban dalam melakukan penyerapan anggaran yang dilakukan sudah cukup baik.

Hanya saja, ada beberapa program yang masih lemah dan perlu adanya konsep yang lebih bagus lagi.

“Penyerapan anggarannya bagus. Tetapi untuk bidang pariwisata program yang dilakukan masih monoton. Sehingga harus ada konsep yang jelas,” kata Cancoko.

Karena konsep yang buruk tersebut, menurut dia, sehingga hanya terkesan buang-buang anggaran saja.

Hal itu disebabkan karena SDM yang ada di Disperpar Tuban kurang menguasai soal kepariwisataan. Untuk itu, Komisi B merekomenasikan dinas ini dan harus mengambil tenaga ahli untuk menyusun rencana yang lebih baik lagi.

“Di wilayah Tuban ini potensi wisatanya sangat luar biasa, tinggal konsepnya yang harus diperbaiki,” tandasnya.

Komisi B juga melihat kurang maksimalnya pengelolaan pasar, sehingga masih ada kebocoran anggaran pendapatan.

Sebab pasar juga salah satu potensi PAD yang sangat besar dan harus ada pengawasan lebih intensif dari Pemkab Tuban agar bisa lebih maksimal.  MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru