oleh

Kapolres Belum Tahu Kasus Tanah Gaji Ngendon 10 Tahun

TUBAN

seputartuban.com – Meski sudah ngendon 10 tahun di Mapolres Tuban, laporan warga desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) atas dugaan tindakan pidana pemalsuan dokumen yang dilakukan mantan kades setempat nampaknya belum diketahui Kapolres Tuban.

Kapolres Tuban
Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi

Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi saat dikonfirmasi, Senin (02/09/2013) di Mapolres Tuban, awalnya mengaku dia belum mengetahui kasus ini. Namun sempat menjelaskan bahwa kasus tanah yang melibatkan banyak pihak ini bukan urusan intitusinya. Melainkan DPRD Tuban dan Pemkab Tuban, karena pihaknya sebagai pengamanan saja.

Namun saat wartawan seputartuban.com menanyakan bahwa kasus ini sudah dilaporkan di Mapolres Tuban 14 Nopember 2003. Dengan nomor STPL/180/X/2003RESKRIM, beru mengaskan Kapolres akan mendalami terlebih dahulu kasus ini.

“kami akan mengecek berkasnya. kasus itu memang banyak permasalahan dan rumit. kalau memang mau ada aksi demo tetap harus sesuai prosedur perijinan yang ada. Apabila ada anarki kita tetap tindak,“ tegasnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, warga mengetahui adanya dugaan ketidak beresan tanah yang diyakini milik warga ini. Kemudian setelah ditelusuri ditemukan sekitar 42 hektar lahan milik warga sudah ada proses jual beli kepada dua pengusaha kemudian dijual lagi ke PT Semen Gresik (PT Semen Indonesia).

Mengetahui hal ini, warga membentuk forum dan melakukan sejumlah upaya untuk kembali merebut haknya. Diantaranya menanyakan kepada Kepala Desa (sekarang mantan Kades). Dan dalam rapat desa tersebut Kades mengakui bahwa dirinya tidak menjual tanah warga, namun hanya menjual surat-suratnya saja.

Bahkan akibat protes keras warga dan pengakuan ini, Kades akhirnya diberhentikan dari jabatanya. Hingga saat ini warga masih belum mendapat kepastian hukum dari proses pelaporan yang sudah dilayangkan ke Mapolres Tuban sejak 10 tahun lalu. (han)

Terbaru