Penulis : Panji Wijaya
TUBAN

Salah satu pedangang musiman, di kawasan Jalan Sunan Bonang Tuban, Rano (50), warga Bulu Kerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini datang ke Tuban untuk berjualan trompet. Saat hari-hari biasa dirinya bekerja sebagai petani. “sebenarnya ini pekerjaan sampingan saya, kalo yang sebenarnya saya cuma tani, ini merupakan tradisi,” katanya, Senin (24/12/2012).
Dirinya menjajakan beragam bentuk trompet buatanya sendiri. Dengan harga mulai Rp. 3 ribu sampai Rp. 10 ribu. Sedangkan untuk menghemat biaya, dirinya saat malam hari tinggal dikawasan Pasar Sore Tuban.
Trompet buatan Rano dibeli mulai anak-anak sampai orang dewasa. Namun dia enggan menyebutkan berapa pendapatan sehari dari penjualan trompet ini. “kalau penjualannya rame ya untung, tapi kalo sepi ya rugi. Agar cukup untuk hidup disini dan bawa pulang uang, ya harus pandai mengaturnya mas,” ungkapnya.
Foto : Rano saat mejajakan trompet daganganya
