oleh

Inilah Bincang Hangat Adi Widodo dan Ketua Umum PBNU Dalam Harlah NU

seputartuban.com –Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), K.H. Said Agil Siroj berbagi gagasan kepada Adi Widodo saat makan siang belum lama ini. Dalam perbincangan hangat tersebut, hal terjadi.  Salah satunya adalah soal perekonomian nasional menjadi perhatian, seperti yang disampaikan dalam sambutannya saat peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke 94 di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (31/1/2020) malam. Kesempatan ini membuat Adi Widodo bersyukur, karena memiliki kesempatan berdialog langsung dengan tokoh bangsa dari kalangan Nahdliyin.

Adi Widodo, pengusaha muda sukses yang peduli

Adi Widodo, pengusaha muda sukses yang dikenal peduli sesame itu sangat menghormati pemikiran Kiai Said. Terkait dengan hajat hidup orang banyak, yakni perekonomian nasional menjadi perhatian serius.

“Sebagai Ketua Umum organisasi sebesar NU. Saya sangat menghormati pemikiran beliau yang juga begitu concern terhadap persoalan ekonomi bangsa yang hingga hari ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) serius bagi negeri kita tercinta ini,” katanya.

Perekonomian merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan diperbaiki bersama. Karena banyak faktor yang harus dibedah untuk menguraikan persoalan hambatan ekonomi yang terjadi ditingkat kabupaten/kota maupun secara nasional. Diantaranya solusinya adalah pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif dan berdaya saing.

BINCANG HANGAT : Adi Widodo dan tim saat berbincang dengan Kiai Said

“Dan bagi saya sebagai seorang pengusaha Nahdliyin, penguatan SDM juga harus disertakan dengan upaya pembentukan SDM yang memiliki akhlakul karimah yang merupakan pondasi utamanya,” tegasnya.

Bakal Calon Bupati Tuban itu juga mengungkapkan untuk gerakan penguatan ekonomi nasional, dia sepaham dengan Kiai Said. Yakni optimalisasi keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Publik juga sudah mendengar langsung saat beliau berbicara dalam peringatan Harlah NU ke– 94 . Salah satunya dan  harus digarisbawahi yakni soal rancang bangun pengelolaan sumber daya alam dan anggaran negara yang berpihak kepada kalangan mustadh’afin (budget pro poor),” imbuhnya.

Memang, Jalan yang dapat dilakukan dengan memberdayakan UMKM dengan membentuk rantai sistem yang pro rakyat. Karena esensinya, sebuah bangsa memiliki ekonomi kuat apabila pondasi perekonomian dilevel paling bawah sudah bisa mandiri dan berdaulat. Dari desa yang berdaulat secara ekonomi menjadi awalan sempurna untuk menyokong gerakan penguatan ekonomi secara nasional.

Pengusaha yang juga pendekar sukses asli putra Tuban itu menegaskan pokok pemikiran besar NU soal perekonomian yang disampaikan Kiai Said pada Harlah ke-94, baginya sangat tepat untuk digaungkan. Sejatinya memang NU adalah sebuah organisasi yang berkontribusi dalam kemerdekaan Republik ini. Sudah tentu, komitmen NU untuk Indonesia yang mencakup berbagai aspek, harus pula turut  andil dalam membangun dan membawa masyarakat Indonesia menuju sejahtera. “Saya teringat sebuah artikel yang mengutip pesan Presiden RI Pertama Soekarno dalam peringatan Harlah NU Ke-40 pada 31 Januari 1966 di Jakarta. “Kalau unsur Pancasila pada alim ulama teguh dalam batin, negara kita akan menjadi negara yang paling baik di seluruh dunia,” pungkasnya. TIM

Terbaru