seputartuban.com, MERAKURAK – Kunjungan Presiden Republik Indonesia ke wilayah Tuban membawa dampak positif bagi sektor pertanian. Selain menjadi perhatian nasional, momentum tersebut juga menghadirkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan kelompok tani hutan di wilayah setempat.
Kabag SDM Polres Tuban, Kompol Rukimin, menyampaikan bahwa kehadiran Presiden tidak hanya sebatas agenda seremonial, namun juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
Menurutnya, bantuan Alsintan dari Kapolri diberikan kepada sejumlah kelompok tani guna mendukung produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Tuban. “Dengan datangnya kunjungan Presiden tentunya membawa dampak yang positif bagi para petani,” ujar Rukimin, selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi alat pengering jagung, alat pemipil jagung, serta pupuk batubara futura sebanyak 2,5 ton yang merupakan produk baru dan masih dalam tahap uji coba. Bantuan tersebut disalurkan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Desa Tegalrejo.
Selain itu, bantuan berupa Combine Harvester atau alat panen jagung dari sinergi pemerintah pusat juga diserahkan kepada kelompok tani di Desa Tuwiri Wetan. “Untuk bantuan beberapa Alsintan sudah diserahkan kepada kelompok tani setempat. Dan untuk bantuan pupuk batubara merupakan produk baru dan masih uji coba, cocok atau tidak dengan tanah pertanian di Tuban,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Wono Lestari, Darlim, membenarkan bahwa bantuan dari Kapolri telah diterima oleh kelompoknya. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu petani, khususnya masyarakat yang berada di kawasan hutan.
“Kami sudah menerima bantuan dari Kapolri berupa alat pemipil jagung dan pengering jagung. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat untuk petani sekitar wilayah hutan,” ungkap Darlim.
Para petani berharap bantuan alsintan tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan pemerintah, namun benar-benar mampu meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tuban. RHOFIK SUSYANTO

