oleh

Disdikpora Pertahankan Jabatan Tersangka Pemukul Siswa Jatirogo

TUBAN

Kepala-Dikpora-Tuban-Sutrisno.jpg
Kepala Disdikpora Pemkab Tuban, Sutrisno

seputartuban.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban belum bersikap terkait kasus penganiayaan yang dilakuan seorang Kepala Sekolah (Kepsek) kepada siswanya di Jatirogo yang saat ini ditangani Sat Reskrim Polres Tuban.

Kepala Disdikpora Pemkab Tuban, Sutrisno mengaku pihaknya belum dapat bertindak tegas karena masih menunggu hasil akhir proses hukum.

“Masalah itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian, kita ya tinggal menunggu hasilnya saja. Bila benar-benar terbukti ya nanti akan kita tentukan sanksi, entah itu teguran atau sanksi lainnya. Kita masih menunggu dari pihak Kepolisian,” ungkap Sutrisno, Selasa (04/11/2014) melalui ponselnya.

Sutrisno menambahkan, bahwa kepala sekolah itu selama ini terkenal sangat baik dan berprestasi, sebab Sekolah yang dipimpinnya saat ini sudah menggunakan fasilitas IT, disekolah tersebut ada fasilitas internet. Selian itu, setiap hari ia terkenal sangat baik, baik itu dengan para guru maupun siswanya.

Bahkan Sutrisno mengungkapkan bahwa para guru di sekolah tersebut meminta tersangka tetap menjadi Kepala Sekolah (Kepsek), dengan mengirimkan surat kepada Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Dikpora Jatirogo. “Hal itu juga akan menjadi pertimbangan kita dalam memberikan sanksi nantinya,” sambungnya.

Dihimbau agar para guru berhati-hati saat bertindak memberikan hukuman kepada siswanya agar tidak terjerat hukum. Karena menurutnya, saat ini seorang guru bukan lagi sebagai pengajar tetapi sebagai pendidik. Dengan mengutamakan pendekatan persuasive terhadap siswa, meskipun siswa itu melakukan kesalahan.

“Kita perbolehkan dan saya sangat setuju dengan hukuman terhadap siswa yang tidak taat peraturan di sekolah. Namun hukuman itu harus layaknya seorang bapak menghukum anaknya atau ibu menghukum anaknya. Kalaupun memberikan hukuman harus yang mendidik,” harap Sutrisno.

Diketahui, Kepsek di Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menganiaya muridnya sendiri karena tidak memakai topi dan dasi pada saat upacara bendera yang dilakukan setiap hari Senin (06/10/2014). Korban berinisial JMA (11) siswa kelas 6 saat akan melaksanakan upacara bendera.

Pada saat korban disuruh berbaris oleh tersangka AS yang juga seorang Kepsek, korban menolak. Karena saat itu tidak menggunakan kelengkapan seragam yaitu topi dan dasi.

Karena korban tidak mau, kemudian pelaku menghampiri korban dan langsung memukulnya dengan tangan kanan mengepal sebayak satu kali dan mengenai kepala bagian belakang. Dari kejadian itu, korban mengalami pusing serta demam selama lima hari sehingga tidak masuk sekolah.

Kasus ini kemudian ditangani Polisi dan menetapkan AS sebagai tersangka. Dengan diancam pasal 80 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp 72 juta. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru