oleh

Di Tuban Harga Sembako Masih Stabil

TUBAN

MENUNGGU PEMBELI: Setiyani, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Tuban, Jumat (07/11/2014) pagi. foto:ARIF AHMAD AKBAR
MENUNGGU PEMBELI: Setiyani, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Tuban, Jumat (07/11/2014) pagi.  (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

seputartuban.com-Wacana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat belum direspon secara negatif oleh pasar di Kabupaten Tuban.

Meski beberapa harga kebutuhan pokok sehari-hari seperti cabai mulai merangkak naik, justeru beberapa komoditi seperti beras dan kubis turun. Sementara harga daging dan telor tidak bergerak dari harga sebelumnya. Begitupula dengan elpiji kemasan 3 dan 12 kg juga diam di tempat.

Pantauan seputartuban.com di Pasar Baru Tuban, Jumat (07/11/2014) pagi, di tengah rencana kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi-JK mencabut subsidi harga BBM, cabai adalah salah satu komoditas paling awal yang harganya terus merambat naik.

IMRON AHMADI: Secara umum belum terjadi gejolak pasar secara signifikan. Harga sembako di hampir seluruh pasar yang ada di Kabupaten Tuban masih bisa dikatakan relatif stabil.
IMRON AHMADI: Secara umum belum terjadi gejolak pasar secara signifikan. Harga sembako di hampir seluruh pasar yang ada di Kabupaten Tuban masih bisa dikatakan relatif stabil.

Untuk harga cabai kuntingan yang empat hari lalu Rp 35.00 ribu per kilo kin menjadi Rp 40.000. Cabai rawit merah kecil dari Rp 34.000 menjadi Rp 40.00, cabai kerting dari Rp 38 ribu menjdi Rp 40.000 serta lombok biasa dari Rp 35.000 menjadi Rp 40 ribu.

“Paling mengkhawatirkan harga cabai. Bisa berubah dengan cepat sewaktu-waktu karena stok lokal sangat terbatas, Tapi kebutuhan lain diprediksi juga akan naik. Tapi tidak sedrastis harga cabai,” tutur Setiyani, pemilik lapak sayur di Pasar Baru Tuban.

Pegiat pasar asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban ini, mengatakan kenaikan sejumlah harga kebutuhan sehari-hari ini diperkirakan tidak hanya pengaruh mekanisme pasar, tapi juga akibat sentimen negatif terhadap rencana pemerintah mencabut harga subsidi BBM.

Disebutkan, tomat merah besar dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, tomat kecil dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.500. Sedangkan bawang putih tetap pada harga Rp 12 ribu per kilo. Bawang merah dari Rp 13 ribu naik menjadi Rp 15 ribu.

Terong biru lalapan dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.500 per kilonya. Terong hijau sayur dari Rp 3 ribu menjadi Rp 4.500, kacang panjang dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.500, kentang dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000, wortel dari Rp 5.000 menjadi Rp 6 ribu, buncis dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000.

Sedangkan kulbis turun dari Rp 7.000 menjadi Rp 5.000. Beras bengawan dari Rp 9.500 menjadi Rp 8.900, beras mentik dari Rp 9.500 menjadi Rp 8.800 beras dan IR 64 tetap Rp 8 ribu per kilo.

Sejumlah komoditas lain yang harganya tidak berubah diantaranya telor horn Rp 15.800, telor ayam kampung Rp 27.000, daging ayam potong Rp 30 ribu, ayam kampung Rp 48.000, daging sapi Rp 90 ribu, ikan asin Rp 50 ribu setiap kilonya.

Begitu dengan elpiji kemasan 3 kg Rp 17 ribu dan elpiji kemasan 12kg Rp 115 ribu. Garam grosok Rp 4 ribu, garam beryodium Rp 2.000, gula pasir Rp 9.000, kedelai impor Rp 9 ribu serta kedelai lokal Rp 9 ribu untuk setiap kilonya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban Imron Achmadi, menyebut kenaikan sejumlah harga komoditas masih relatif normal.

“Secara umum belum terjadi gejolak pasar secara signifikan. Harga sembako di hampir seluruh pasar yang ada di Kabupaten Tuban masih bisa dikatakan relatif stabil,” kata dia. ARIF AHMAD AKBAR  

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru