oleh

Dana Bosda Madin Capai Rp. 4 Miliar, Wilayah Anda Dapat ?

seputartuban.com, TUBAN – Jika diwilayah anda terdapat Madrasah Diniyah (Madin) bisa jadi menerima bantuan Bantuan Operasional Daerah (Bosda) Madin. Dana ini dicairkan tiap 4 bulan sekali. Tahun ini sudah dicairkan tahap pertama. Terhitung bulan Januari sampai bulan April.

Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Ismail, Rabu (3/6/2020) di ruang kerjanya menerangkan bantuan ini dimulai pendataan Madin berbagai tingkatan. Dengan melibatkan koordinator Madin kecamatan. “Sempat ada kendala pencairan, tapi kendala itu biasanya dari rekening yang dikirim itu kadaluarsa dan transfer kembali dan sempat tertunda,” katanya.

Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Ismail

Madin yang menerima bantuan ini adalah Makin Ula dengan total 3.970 siswa dan 747 ustadz/ustadzah dari 390 lembaga. Dengan total bantuan Rp. 2.754.600.000. Sedangkan Madin Wustho sebanyak 8.914 siswa, 240 ustadz/ustadzah dari 147 lembaga. Dengan total bantuan Rp 1.179.400.000. Sedangkan untuk wajib belajat pendidikan dasar (Wajar Dikdas) sebanyak 55 ustazd/ustadzah dari 10 lembaga dengan total bantuan Rp 66.000.000.

Kemudian dari paket B pondok pesantren (pontren), ada 69 siswa dengn 3 ustazd/ustadzah 3 lembaga nominal Rp. 10.500.000. Sehingga total Bosda keseluruhan Rp 4.010.500.000 yang dicairkan tiap 4 bulan sekali atau 3 kali dalam setahun.

“Untuk 2020 ini tidak ada kenaikan karena kalau kenaikan berdasarkan PAPBD tapi terkait dengan adanya Covid ini anggarannya dipakai itu. Memang rencananya kita naikkan untuk tahun 2020, biasanya dari P-APBD tapi untuk pencairan awal itu biasanya tetep sesuai yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Lanjut Ismail, terkait dengan pengawasan, pihaknya melakukan pengecekan dari data yang masuk dan bekerja sama dengan koordinator di masing-masing kecamatan. Untuk setor data dan di masukkan ke Simda BPKAD mereka menginput sendiri dan berjenjang. Kemudian ada monitoring dan evaluasi (monev) dari BPKAD atau dari inspektorat. “Kemarin kita juga keliling ke lembaga-lembaga, tapi karena keterbatasan dan karena jumlahnya banyak jadi setiap kecamatan hanya kita datangi 1 atau 2 saja,” imbuhnya.

Diketahui, syarat untuk mengajukan Bosda Madin diantaranya adalah pakta integritas dari Kepala Madin, ijin pendirian atau ijin operasional masing-masing lembaga, surat keterangan domisili masing-masing lembaga dan rekening. Kemudian disusun menjadi propoda. Terkait dengan minimal untuk jumlah santri yang bisa ikut mengajukan Bosda Madin tidak ada syarat minimal. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru