oleh

DaDi Akan Wujudkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Mulai Dari Desa

seputartuban.com, TUBAN – Kualitas kesehatan masyarakat  tak bisa lepas dari kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Pembangunan dan pematangan bidang ini pula setiap tahun menjadi skala prioritas dalam penyusunan anggaran.

Terkait program peningkatan kualitas bidang kesehatan di Tuban, pasangan Cabup dan Cawabup, Aditya Halindra Faridzki SE dan H Riyadi SH (DaDi), menyiapkan program peningkatan kualitas kesehatan mulai di tingkat desa. Baik itu dari sisi peningkatan tenaga medis dan non medis, maupun infrasruktur tempat layanan kesehatan.

Termasuk yang menjadi garapan pasangan nomor urut 2 dari Partai Golkar, Demokrat, dan PKS ini adalah kualitas kesehatan ibu dan anak. Bermula dari kondisi kesehatan mereka tingkat kualitas hidup masyarakat juga bisa diukur.

Oleh sebab itu kami memberi prioritas program kesehatan ibu dan anak, mereka termasuk kunci bagi kesehatan keluarga. Bentuknya programnya mulai dari kesehatan lingkungan rumahnya,  pola hidup sehat, dan jaminan perbaikan gizi bagi mereka.

“Program kami adalah penguatan kualitas kesehatan Ibu dan anak, peningkatan gizi masyarakat, dan memperluas akses layanan kesehatan,” kata Lindra, panggilan akrab Halindra di samping Riyadi.

Dalam program kesehatan, DaDi ke depan mengupayakan setiap desa memiliki klinik kesehatan, tujuannya  agar masyarakat desa bisa dekat dengan tempat layanan medis tingkat pertama. Klinik ini menjadi pendukung dari keberadaan Posyandu yang tersebar di tiap desa.

Sesuai data yang diterima pasangan DaDi, di Tuban saat ini terdapat 33 unit poliklinik, dan 1.432 Posyandu. Jika poliklinik kesehatan ini fungsinya dioptimalkan akan memberi kedekatan pada akses layanan kesehatan masyarakat.

Jika fasilitas klinik kurang memadai oleh kondisi warga yang butuh penanganan medis lanjutan, baru akan dibawa ke Puskesmas atau Puskesmas Pembantu terdekat. Sedangkan jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu saat ini sebanyak 53 unit tersebar di  20 wilayah di Kabupaten Tuban.

Khusus untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas, diprogramkan ke depan seluruh Puskesmas  dan Puskesmas Pembantu akan mengoptimalkan penerapan program pengawasan melibatkan masyarakat. Masyarakat  untuk bisa ikut mengawasi, sehingga tingkat layanannya bisa makin ditingkatkan.

“Program ini akan didukung dengan regulasi tingkat daerah, agar jaminan kesehatan untuk warga bisa benar-benar terjamin,” katanya.

Selain itu ada program untuk kesejahteraan tenaga medis dan non medis yang terkait dengan faslitas kesehatan. Hal itu perlu dilakukan agar mereka bisa lebih fokus pada layanan medis.

Data yang ada menyebut, saat ini tenaga kesehatan di tingkat kecamatan untuk tenaga medis; dokter umum sebanyak 43 orang, dokter gigi 27 orang, perawat 262 orang, Bidan sebanyak 394 orang, Farmasi 28 orang, dan tenaga kesehatan lain sebanyak 32 orang.

“Optimalisasi tenaga kesehatan ini, akan didukung dengan fasilitas terhadap mereka. Termasuk pemberian honorarium dengan hitungan yang matang sesuai kemampuan anggaran,” kata DaDi. (RLS)

Komentar

Budayakan komentar dengan santun

Terbaru