BPBD Tuban Bentuk Forum Tanggap Bencana

TUBAN

JOKO LUDIONO: Bencana itu tidak bisa dihindari dan perlu adanya pendidikan dan pengenalan terhadap potensi bencana yang akan terjadi.
JOKO LUDIONO: Bencana itu tidak bisa dihindari dan perlu adanya pendidikan dan pengenalan terhadap potensi bencana yang akan terjadi.

seputartuban.com-Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tuban segera membentuk forum masyarakat peduli pengurangan resiko bencana (FMPPRB) di tingkat kecamatan.

Sekarang ini, Kecamatan Rengel menjadi satu-satunya wilayah yang mendahului membentuk FMPPRB yang kelahirannya dibidani Peraturan Bupati Tuban nomor 188.45/371/KPTS/414.012/2014 tersebut.

“Salah satu tugas forum ini adalah melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana pada tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana,” kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, Senin (12/10/2015) siang.

Menurut dia, secara bertahap kepengurusan ini akan menyebar pada 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.

Dijelaskan, fungsi lain FMPPRB adalah menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman bencana Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan secara dini.

“Juga memberikan saran, masukan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan kepada Pak Bupati berkaitan dengan penanggulangan bencana,” tutur Joko.

Sementara itu, tambah dia, untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait bencana BPBD akan memanfaatkan media elektronik, facebook, twiter maupun media masa yang ada di Tuban.

Joko mendasakan, sebenarnya pendidikan terhadap tanggap bencana itu sangat penting. Sehingga dengan pengetahuan itu, bisa mengurangi terjadi korban pada saat bencana. Termasuk bagaimana yang harus dilakukan masyarakat bila ada bencana serta potensi bahaya di wilayahnya.

“Bencana itu tidak bisa dihindari dan perlu adanya pendidikan dan pengenalan terhadap potensi bencana yang akan terjadi,” kata Joko.

Berdasar data yang dimiliki oleh BPBD, di Kabupaten Tuban ada beberapa potensi bencana seperti banjir bandang, banjir lauapan sungai Bengawan Solo, puting beliung, longsor, gelombang tinggi di laut dan juga kekeringan.  MUHLISHIN

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses