BPBD Akan Miliki Kantor Baru Senilai Rp. 2,5 Miliar

TUBAN

DEKAT SPBU : Inilah lahan yang akan dibangun kantor BPBD Tuban
DEKAT SPBU : Inilah lahan yang akan dibangun kantor BPBD Tuban

seputartuban.com – Tahun 2015 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban direncanakan akan memiliki Kantor baru. Ditempatkan disebuah lahan di Jalan Wahidin Sudiro Husodo tepatnya di depan Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban.

Saat ini sudah disiapkan lahan 3 hektar. Pembangunannya akan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN sebanyak Rp. 1,5 miliar dan APBD 2015 sebanyak Rp. 1 miliar, dengan total dana Rp. 2,5 miliar.

Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono mengatakan, pembangunan kantor baru ini sangat diperlukan. Karena kantor yang selama ini dipakai di kawasan Jalan Basuki Rahmat ini sangat sempit. Sedangkan BPBD membutuhkan kantor yang luas terutama gudang yang dipakai untuk menyimpan peralatan dan logistik.

“Kita membutuhkan gudang untuk menyimpan alat-alat yang kita miliki, seperti perahu karet. Selain itu juga butuh tempat untuk menyimpan sembako untuk bantuan bencana. Kita dapat bantuan dari Kemendagri di tahun 2015 untuk pembangunan kantor baru,” jelas Joko, Sabtu (9/11/2014) siang.

Selain pembangunan kantor baru, pemkab Tuban BPBD direncanakan akan mendapatkan pos pekerjaan baru. Yakni Unit Pemadam Kebakaran (PMK) yang semulai menjadi satu dengan Dinas Pekerjaan Umum. “Kalau daerah lain PMK sudah ikut dalam BPBD, sebab yang memiliki SOP penanggulangan bencana adalah BPBD. Kalau PMK ikut BPBD itu sudah sesuai dan seharusnya seperti itu,” imbuhnya.

Penggabungan PMK ke BPBD ini menunggu disahkan Peraturan Daerah yang baru tentang penanggulangan bencana yang sudah diusulkan oleh pemerintah daerah dan saat ini sedang dibahas oleh DPRD Tuban.

Dengan pembangunan kantor baru dan bergabungnya PMK ini diharapkan kinerja BPBD meningkat. Karena Tuban masih masuk rangking 15 se Jatim, wilayah rawan bencana.

“Kita akan selalu berusaha untuk melakukan identifikasi dini gejala bencana yang akan terjadi, sebab saat ini kita masuk daerah rawan bencana, se Jawa Timur kita dalam peringkat 15. Terutama adalah bencana banjir yang terjadi didaerah bantaran sungai bengawan solo yang selalu terjadi setiap tahunya ketika musim hujan tiba,” ungkap Joko. (MUHLISHIN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses