Published On: Jum, Nov 29th, 2013

Batik Ramah Lingkungan Dan Tahan Lama

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :
Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Untuk mewarna batik kebanyakan menggunakan bahan kimia, namun berbeda kelompok pengrajin batik perempuan yang satu ini. Mereka menggunakan bahan alami disetiap pewarnaan batik, sehingga akan lebih ramah lingkungan.

batik alami

TROBOSAN : Batik dengan pewarna alami mulai laku dipasaran

Ketua kelompok pengrajin, Dede Lihayati (31), warga Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban saat dikonfirmasi, Kamis (28/11/2013), mengatakan pewarna batik dibuat dari sumberdaya alam. Untuk warna hijau menggunakan tumbuhan yang disebut Jolawe . Tumbuhan ini diambil daunnya untuk direbus dan sari-sarinya bisa dijadikan pewarna hijau.

Selain itu, rumput  ilalang yang disebut Tom atau Indigo biasa tumbuh di semak belukar, daunya dapat digunakan untuk pewarna merah. Sedangkan kulit pohon mahoni, dapat digunakan kelompok wanita ini untuk pewarna coklat dan hitam.

Penggunaan bahan pewarna alami ini sangat ekonomis. Karena dapat dicari diaera persawahan, bahkan tumbuh-tumbuhan tersebut dapat dibudidayakan. Selain itu pewarna alami akan lebih bertahan lama dibanding pewarna kimia. Namun membutuhkan waktu 1 minggu dalam proses pewarnaan, lebih lama dibanding pewarna kimia.

“Untuk kelebihan dalam hal pewarnaan alami sangat banyak. Mulai sisi keamanan dan kesehatan. Pewarna ini tidak menyebabkan bahaya apabila terkena kulit. Dan juga tidak merusak lingkungan apabila penggunannya dalam kapasitas besar. Alasannya, pewarna akan mudah tercampur dengan tanah atau air,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketua kelompok yang sudah memiliki 60 anggota ini menceritakan setiap 5 liter pewarna alami bisa didapat dengan merebus dedaunan atau kulit tumbuhan dengan 100 liter air. Dalam prosesnya membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Biasanya, 5 liter pewarna itu bisa dipergunakan untuk  membatik kain berukuran 220 Cm X 60 Cm sebanyak 50 lembar. Ditanya harga, per-lembar kain jadi, sekitar Rp. 450 ribu sampai Rp. 1 juta. Mahalnya harga jual dipengaruhi oleh lamanya proses pembatan dan proses pembuatan pewarnannya.

Pengrajin batik yang juga mendapat binaan PT Semen Indonesia ini berharap membatik dengan bahan alami ini dapat lebih laris dipasaran. Sehingga selain memberikan pesan ramah lingkungan, juga dapat meningkatkan ekonomi para pengrajin batik alami ini. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :