MONTONG

seputartuban.com – Goa Putri Asih tidak lama lagi benar-benar akan dioperasikan menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Tuban. Senin (11/4/2016) para pihak terkait telah menandatangani nota kesepahaman pengelolaan wisata berbasis masayarakat itu.
Memorandum Of Undestanding (MOU) ditandatangani oleh tiga pihak yaitu Perhutani KPH Parengan, Koperasi Wono Asih, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Jati Desa Nguluhan Kecamatan Montong. Pasca penandatanganan itu diharapkan segera dilakukan pembahasan Perjanjian Kerjasama dan pembangunan fasilitas sehingga tidak lama lagi dapat dilakukan soft opening dan masyarakat dapat menikmati wisata goa kars dengan beragam fasilitas pendukungnya.
Dengan penandatanganan MOU itu pihaknya mempersilahkan Koperasi Wono Asih untuk memulai aktifitas persiapan pembangunan fasilitas wisata. “Saya berharap kerjasama paling ideal dalam konsep pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) ini juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi masyarakat,” ungkap Administratur KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono.
Koperasi ini dibentuk oleh gabungan masyarakat Desa Nguluhan dan Desa Guwoterus Kecamatan Montong. “Konsepnya berbeda dengan sebelumnya baik dari manajemen maupun fasilitas wisatanya,” jelas Ketua Koperasi Wono Asih, Cipnal Muchlip M.

Camat Montong, Agus Wijaya yang hadir dalam acara itu menyampaikan bahwa Muspika maupun Pemkab Tuban sangat mendukung langkah bersama mengoperasikan Goa Putri Asih. “Kami sangat mendukung upaya bersama ini. Termasuk pencanangan desa wisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Perhutani KPH Parengan, Camat Montong, Kapolsek dan Danramil Montong. Pengawas dan Pengurus Koperasi Wono Asih, Pemdes Nguluhan, Pengurus LMDH Sumber Jati serta Ketua AKD Kab. Tuban. Bahkan usai acara, Kapolres Tuban AKBP. Guruh Arif Darmawan juga hadir dan berkenan meninjau kondisi dalam goa. MUHAIMIN
