Published On: Kam, Jul 23rd, 2020

Aturan Kenormalan Baru Hanya Formalitas Saja ?

seputartuban .com. TUBAN – Setelah Bupati Tuban Fathul Huda menerbitkan Suran Edaran (SE) , Standar Operasional Prosedur (SOP), perihal Adaptasi Kebiasaan Baru Bidang pariwisata Penyelenggaraan Kesenian dan Pelaksanaan Kegiatan Hajatan. Maka masyarakat dapat kembali beraktivitas untuk sejumlah hal, diantaranya menggelar hajatan.

Saat ini, masyarakat mulai ramai menggelar hajatan. Karena sesuai kepercayaan orang jawa, bukan ini merupakan bulan baik untuk menggelar hajatan (bulan besar). Masyarakat harus tetap menyesuaikan tatanab baru dalam protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Sulistiyadi

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Sulistiyadi mengatakan, dari SE nomor 556.1 / 3690 / 414.102 / 2020 yang di dalamnya tertuang beberapa poin, fiperbolehkannya melakukan hajatan dengan beberapa ketentuan. Antara lain, jika memakai terop untuk kegiatan hajatan baik di gedung pertemuan, di lapangan tanpa menyelenggarakan hiburan/kesenian, warga cukup mengurus surat izin kepada kepala desa wilayah masing – masing.

“Apabila pelaksanaan kegiatan hajatan dengan penyelenggaraan kesenian (tidak bersifat konser) wajib memiliki surat penyelenggaraan kesenian (Advice), Ijin keramaian dari Polsek dan mengurus surat rekomendasi dari gugus tugas kecamatan,” ujar Sulistijadi kepada seputartuban.com Rabu (21/7/2020).

Tim gugus tugas Covid-19 kecamatan atau desa wajib memastikan seluruh tempat penyelenggaraan hajatan baik di gedung atau di Lapangan. Jika di rumah maka harus memenuhi standart kebersihan dan hygienis. Dengan melakukan upaya pembersihan dan disinfektasi menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Meyediakan papan informasi melalui banner untuk memberikan pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan yang berlaku seperti kewajiban menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menjaga etika batuk/bersin,” jelasnya.

Selain itu, yang menggelar hajatan juga harus menyediakan sarana tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Tak hanya itu, penerima tamu juga harus memakai masker dan sarung tangan. “Selain menyediakan tempat cucu tangan, petugas (penerima tamu) juga harus menggunakan masker,” imbuhnya.

Sementara itu, utuk hajatan temanten, sunatan yang menggunakan dekorasi. MC serta perias dipastikan kondisi sehat dan wajib memakai masker, sarung tangan dan faceshield serta tersedia hand sanitizer juga tetap harus menjaga jarak.

“Alat-alat sound system, microphone dan semua yang sering disentuh supaya selalu dibersihkan dengan menggunakan desinfektan, serta penggunaan sound system/pengeras suara dengan kapasitas kecil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, apabila ada warga yang tidak melaporkan saat melaksanakan hajatan atau melanggar SOP protokol kesehatan. Tim gugus tugas baik dari desa atau kecamatan memiliki hak untuk menutup kegiatan tersebut.

“Adapun sanksi yang diberikan tidak berupa hukuman tapi hukuman moral atau sosial. Oleh sebab itu, kewenangan ada di tim gugus tugas,” pungkasnya.

Namun hasil pantauan seputartuban.com sejak aturan ink dikeluarkan sebagian masih menjadi aturan saja. Pasalnya acara sedekah bumi, hajatan keluarga, hingga acara masyarakat lainnya berjarak sosial hingga ketentuan lainnya nampak tidak dijalankan. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos