Indonesia memang pernah berjaya dalam produktifitas pangan nasional, khususnya beras. Bahkan menjadi rujukan beberapa negara importir beras. Akan tetapi kejayaan itu kini tinggal menjadi cerita masa lalu. Namun setelah program swasembada pangan yang gagal dibuktikan pemerintah sebelumnya, sekarang kembali digembar-gemborkan salah satu penggawa kabinet kerja Presiden Joko Widodo, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian. Lantas “sihir” seperti apa untuk membangun kedaulatan pangan yang sekarang sedang sekarat ini?

seputartuban.com-Pertanyaan bernada pesimis itu sangatlah wajar dan realistis, mengingat wajah kedaulatan pangan ini telah jungkir balik. Suka tidak suka, Indonesia yang dulu sebagai negara eksportir beras kini telah berubah menjadi importir. Tidak hanya terbatas pada komoditas beras saja, namun juga bahan pangan lainnya seperti kedelai, gandum, gula, daging sapi dan sebagainya.
Namun begitu, suksesor Meneteri Pertanian Suswono kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968 ini, optimis program kedaulatan pangan yang dikonsep untuk mengembalikan era keemasan Indonesia sebagai negara swasembada bukan sesuatu yang musykil.
Bahkan dengan optimis, Amran yang mengawali pendidikan dasarnya di SD Inpres 10 Mappesangka, Bone, mengeaskan dalam waktu tiga atau empat tahun mendatang, paling tidak Indonesia bisa mencapai swasembada beras, padi, jagung serta kedelai.
Menurut dia, guna mengejar target tersebut Kementerian Pertanian yang dipimpin terlebih dahulu akan merehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak. Dana yang disiapkan untuk perbaikan irigasi ini mencapai Rp 400-Rp500 miliar.
Amran menjelaskan, untuk program tersebut pemerintah menyediakan anggaran yang berasal dari dana kontijensi (dana siaga) sebesar Rp 1,9 triliun. Dana ini mencakup untuk benih atau bibit, alat dan mesin pertanian serta pupuk.
Mantan CEO PT Tiran Group ini, menerangkan alasan sektor irigasi yang mendapat prioritas diperbaiki lantaan areal tiga komoditi tersebut berada di areal irigasi. Dia berharap sisa waktu dua bulan dari program 100 hari kejanya bisa memperbaiki jaringan tersier, sehingga dapat mengairi sekitar 460 ribu sampai 500 ribu hektar areal tanaman.
“Tiga komoditi yang ditargetkan berswasembada dalam waktu tiga empat tahun mendatang sebab kebutuhan akan pangan tersebut terus meningkat, seperti beras tiap tahun kebutuhannya meningkat,” kata Amran Sulaiman saat berada di bendungan utama areal persawahan Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban, yang menjadi bagian safari blusukan di Jawa Timur, Selasa (18/11/2014) lalu.
Begitu juga dengan jagung, kebutuhan industri masih dipenuhi oleh jagung impor. Apalagi kedelai. Dengan pertimbangan itu, Indonesia harus memacu produksi, sehingga tidak tergantung impor. Untuk daging dan gula, swasembada tetap dilanjutkan dan pencapaian dalam waktu empat atau lima tahun.
Amran mengatakan, untuk meningkatkan produksi, selain menambah luas areal tanam dan panen, juga dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas tanaman. Untuk peningkatan produktivitas ini, maka diperlukan benih unggul yang bersertifikat. Selain itu dilakukan melalui Indeks Pertanaman (IP).
“Makanya kita anggap perbaikan irigasi mendesak agar kita bisa meningkatkan IP tanaman,” ungkapnya. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian PU, mengingat pembangunan irigasi tanggung jawab PU. “Saya dengan Menteri PU kemarin sudah rapat, berkoordinasi terkait pembagian tugas untuk pembangunan jaringan irigasi,” tutur Amran.
Berikut sekelumit percik pikiran Amran Sulaiman yang disampaikan kepada Arif Ahmad Akbar dari seputartuban.com saat mengikuti safari blusukan awal November lalu pada sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban bersama Wakil Bupati Noor Nahar Husein.

Bagaimana untuk menciptakan kedaulatan pangan dalam negeri?
Beberapa komoditas pangan akan kita diandalkan guna mencapai tujuan utama swasembada. Kita masih akan memprioritaskan kinerja padi, jagung, dan kedelai dalam lima tahun ke depan guna mencapai tujuan utama swasembada dan kedaulatan pangan dalam negeri.
Apa faktor kunci untuk mewujudkan gagasan itu?
Kata kuncinya adalah dengan penyediaan irigasi yang baik. Selain itu, juga peningkatan mekanisasi dengan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni. Jika irigasi bisa diperbaiki 1 juta hektar saja itu bisa dua kali panen. Lima ton produktivitas padi kali 1 juta hektar kan 5 juta ton. Sementara impor kita kan 700 ribu ton. Selesai persoalan.
Berarti penataan irigasi adalah harga mati?
Itu pasti. Dengan pengairan yang baik maka akan menunjang benih yang baik pula untuk menggenjot produktivitas yang diharapkan. Irigasi, sarana produksi, bibit, tapi jika tidak ada air ya buat apa. Tetap jantungnya di air. untuk mencapai kedaulatan pangan, pemerintah akan memajukan sarana irigasi dalam negeri. Jika dapat berkomitmen untuk mengedepankan soal irigasi, pemerintah dapat menyelamatkan setidaknya satu juta hektar lahan di Indonesia.
Irigasi yang ideal itu seperti apa?
Irigasi primer adalah saluran utama yang mengalirkan air langsung dari bendungan. Irigasi sekunder adalah saluran yang menghubungkan saluran utama dengan saluran tersier. Sementara saluran irigasi tersier adalah jaringan saluran yang menghubungan ke areal persawahan. Sedikitnya ada 12 provinsi sentra produksi pangan yang irigasi tersiernya akan segera diperbaiki. Yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogjakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Bali.
Tapi ini kan tidak bisa serta merta?
Gerakan yang dilakukan Kementan ini hasilnya baru akan terlihat pada peningkatan produksi pangan tahun 2016. Dampak dari kegiatan yang kita lakukan sekarang ini baru dapat kita lihat hasilnya tahun 2016. Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi ini, maka areal tanaman padi, jagung dan kedelai tersedia dengan baik. Selama ini, kalau produksi jagung yang digenjot, maka produksi padi akan turun karena areal tanaman padi digunakan untuk tanaman jagung. Begitu juga dengan kedelai.
Realitanya swasembada kedelai kan sulit untuk dicapai?
Saya optimis produksi bisa ditingkatkan dengan peningkatan produktivitas, dan peningkatan luas areal panen. Untuk itu, areal lahan kedelai harus kita sediakan. Beri saya waktu untuk bekerja, bekerja dan bekerja.
Apa yang menjadi turunnya produsi padi selama ini?
Salah satu sebab penurunan produksi padi selama ini adalah menurunnya luas panen yang diikuti turunnya produktivitas tanaman padi. Priorits memperbaiki jaringan irigasi adalah jawaban yang segera kita realisasikan. Sebab, pembangunan irigasi dilakukan sebagai upaya mensukseskan swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah.
Konsep pembangunan irigasi itu sendiri seperti apa?
Untuk membangun irigasi yang baik, kita telah memiliki kriteria lapangan dan lokasi pembangunan irigasi. Antara lain lokasi irigasi tersier tersebut harus tersambung dengan irigasi primer dan sekunder milik Kementerian Pekerjaan Umum, baik yang berada di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten kota. Jadi, harus ada integrasi antara Kementan dengan Kementerian PU.
Apa saja faktor lain yang ikut menentukan?
Untuk mendukung swasembada pangan, wilayah yang berhak mendapatkan bantuan pembangunan irigasi harus memiliki indeks pertanaman (IP) di bawah 1,5. IP adalah berapa kali dalam setahun suatu lahan dapat ditanami. Kalau lokasi itu IP-nya 2 atau lebih dari 1,5, maka percuma diperbaiki karena dampaknya nggak akan ada. Syarat lain agar suatu lokasi bisa dibangun saluran irigasi adalah produktivitas lahannya harus di bawah rata-rata produktivitas padi nasional yang kisarannya sebesar 5,2 ton per hektar.
Apakah ada program lain untuk mendukung penataan irigasi?
Selain pembangunan irigasi tersier, rencananya pemerintah juga akan mengadopsi teknologi pivot. Teknologi ini mampu mengaliri lahan yang sangat luas dengan penggunaan jumlah tenaga kerja manusia lebih efektif. Selain itu, dengan irigasi pivot dapat menjangkau lahan di dataran tinggi yang selama ini tidak terjangkau jaringan irigasi gravitasi.
Konkritnya seperti apa?
Memang dengan teknologi pivot tenaga manusia dan sumber daya air bisa dihemat hingga 40 persen. Meskipun di sisi lain teknologi ini butuh biaya investasi lebih besar dibandingkan irigasi gravitasi.
Menurut Anda, kedaulatan pangan itu konsep dasarnya seperti apa?
Kedaulatan adalah konsep pemenuhan pangan melalui produksi lokal. Pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Artinya, kedaulatan pangan sangat menjunjung tinggi prinsip diversifikasi pangan sesuai dengan budaya lokal yang ada.
Kedaulatan pangan juga merupakan pemenuhan hak manusia untuk menentukan sistem pertanian dan pangannya sendiri yang lebih menekankan pada pertanian berbasiskan keluarga—yang berdasarkan pada prinsip solidaritas. Kedaulatan pangan adalah hak setiap bangsa dan setiap rakyat untuk memproduksi pangan secara mandiri dan hak untuk menetapkan sistem pertanian, peternakan, dan perikanan tanpa adanya subordinasi dari kekuatan pasar internasional. NAL

wacana perbaikan irigasi dlam konteks menuju swasembada memang benar,tpi yg di pertanyakn ktika irigasi bgus lalu sumber airnya dri mna?sbelum pak amran jdi menteri,bupati bjn sdah mencanangkan seribu embung,bahkn sdah ada 300 embung yg sdah di bangun,skrang jg sdang di bangn waduk dan planingnya kdepan di bngun bendungan gerak dan 1 Lgi waduk di daerah perbtasan l.a dan bjn,artinya bhwa kbupaten bjngro berani menargetkan 1,5 ton dlam setaun artinya ktika saat ini sdah mencpai 850 rbu ton,klo embung dan bendungn telah selesai indonesia tak usah mengimpor beras dri luar ngri suplay ini bsa di penuhi hnya dri kab bjngro,itu bupati bjn di media,sdang untuk swasembada kedelai itu yg sngt susah,pernh saya diskusi dgn petani asal bjn yg memang sentral kedelai di bjn,menanm kedelai hnya krn terpaksa krn swah sdah tdak bsa di tanami padi alasanya biaya yg di btuhkan lmayan mahal tak sbanding hasilnya,klo untung hsilnyapun mrepet kta petani,hal itu di sebabkn mahalnya biaya pemeliharaan dan klo udah panen biasanya harga jtuh,klo ada alternatif padi sdah di pastikan ratusan bahkan ribuan hektar petani di bjn memilih tanaman padi,mungkn itu yg saya baca lewat media bahwa bjn di galakn lumbung energi dan pangn,lalu kab tuban apa yg menjdi slogan buat kemajuan?apa kata pak bupati?