Dikupas Faperta USB Tuban Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
seputartuban.com, BANGILAN – Jika dikelola dengan baik, sampah dapur rumah tangga cukup bermanfaat, bahkan bisa meningkatkan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya melalui pembuatan Eco Enzym.
Hal itu disampaikan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sunan Bonang (USB) Tuban kepada masyarakat melalui kelompok Bank Sampah Sejahtera Desa Bangilan Kabupaten Tuban di Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, pada Sabtu (14/1/2023).
Dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat itu, para dosen Faperta USB Tuban memberikan wawasan dan ilmu serta cara pengolahan sampah dapur rumah tangga.
Dekan Faperta USB Tuban Dr. Kristiawan, SP, MM menyampaikan Eco Enzym merupakan pemanfaatan sampah organik. Yakni sampah sisa sayur atau sampah dapur organik difermentasi. “Dari hasil Fermentasi bisa dipakai untuk ngepel, pencuci piring dan pemupukan, serta masih banyak lagi kegunaannya,” kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini.
Dalam kesempatan itu, Faperta USB Tuban juga menggelar pelatihan pemanfaatan aneka olahan makanan dengan bahan dasar pisang dan juga hati pisang (Musa Paradisiaca L). “Mulai dari daunnya bisa dibuat membungkus kue, pisangnya bisa dimakan digoreng dan direbus. Kemudian batang pisangnya yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Bahkan bisa digunakan untuk olahan makanan dan bisa dimasak sebagai sayur dan dibuat dendeng pisang,” jelas Ketua DPRD Tuban periode 2009-2014 ini.
Melaui pelatihan ini, lanjut lulusan S3 Pertanian Universitas Brawijaya Malang ini, pihaknya berharap dapat memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan dengan optimal. Sehingga sebagai salah satu alternatif peningkatan ekonomi ibu rumah tangga. “Semoga dengan pelatihan ini dapat mengoptimalkan tumbuhan yang ada di sekitar kita, dan menjadi sarana peningkatan ekonomi, ” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Bank Sampah Sejahtera Desa Bangilan, Ayu mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Fakultas Pertanian USB Tuban. Dengan pelatihan ini tentunya menjadi wawasan baru tentang bagaimana mengolah sampah yang baik dan menjadi nilai ekonomis. “Pelatihan pembuatan Eco Enzym maupun pengolahan batang pisang ini merupakan ilmu baru bagi kami, dan kedepannya ada wawasan baru lagi,” katanya. RHOFIK SUSYANTO/ami

