Sertifikasi Guru Kemenag 2015 Harus Kuliah Setahun

TUBAN

Muhlisin Mufa
Kasi Penma Kantor Kementrian Agama Kab. Tuban, M Muhlisin Mufa

seputartuban.com – Bagi guru dibawah pembinaan Kementrian Agama yang belum bersertifikasi nampaknya harus siap-siap mengikuti kuliah selama setahun penuh di luar kota. Karena terdapat perubahan sistem dalam seleksi guru penerima tunjangan profesi 1 kali gaji ini.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Kab. Tuban, M. Muhlisin Mufa mengungkapkan selama ini sistem seleksi melalui Pelatihan Profesi Guru (PLPG) di Surabaya selama beberapa hari. Namun mulai 2015 direncanakan guru yang akan mengikuti sertifikasi harus mengikuti perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama 1 tahun penuh di luar daerah.

“Program sertifikasi ini akan terus berlanjut, namun sistemnya yang akan berubah. Nanti guru yang memenuhi persyaratan akan mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun. Namun biaya pendidikannya akan ditanggung oleh pemerintah, tetapi mereka harus cuti mengajar selama mengikuti pendidikan itu,” ungkapnya, Kamis (13/11/2014).

Sementara itu, kuota jumlah guru sertifikasi 2014 yang masih menggunakan sistem PLPG menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada 2013 ada sebanyak 393 guru swasta yang lulus sertifikasi guru, sedangkan pada tahun 2014 ini ada sebanyak 152 guru swasta yang mengikuti ujian sertifikasi. Dengan rincian guru mata pelajaran agama ada sebanyak 121 orang dan guru mata pelajaran umum ada sebanyak 31 orang.

“Menurunnya kuota untuk tahun ini, karena banyak guru yang usianya masih muda sehingga peluangnya sedikit. Sebab peringkingan usia ini secara nasional, tidak untuk tiap-tiap daerah, sehingga Kemenag Tuban kalah dengan daerah-daerah lainnya,” jelasnya.

Diketahui, jumlah guru dibawah pembinaan Kementerian Agama Kabupaten Tuban sebanyak 4.700 orang, mulai dari guru RA, MI, MTs dan MA. Sedangkan yang sudah lulus sertifikasi hingga saat ini ada sebanyak 1.800 guru atau sebanyak 40 persen dari jumlah total pengajar. MUHLISHIN

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses