oleh

391 Pasang Pengantin Menikah Malam Songo, Terbanyak Kecamatan Soko

seputartuban.com, TUBAN – Malam songo yang jatuh pada malam ke-29 bulan Ramadan, atau bertepatan dengan hari Sabtu (30/04/2022), merupakan malam yang dianggap istimewa oleh sebagian masyarakat Kabupaten Tuban. Terbukti dengan banyaknya pasangan pengantin yang akan melangsungkan akad nikahnya.

Kasi Bimas Islam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Mashari mengatakan ada beberapa alasan mengapa melaksanakan pernikahan di malam songo. Pertama, malam songo dianggap malam istimewa.

“Artinya mereka akan tetap melangsungkan pernikahan meski secara hitungan jawa ada ‘weton dan nogo-dino’ tidak baik. Karena bagi mereka malam songo tidak pakai hitungan,” ulasnya. Rabu (27/4/2022).

Kedua, malam songo banyak keluarga pengantin yang sudah mudik dan berkumpul, sehingga mereka sangat senang saat pernikahannya bisa disaksikan banyak keluarga. Ketiga, mereka nikah di malam songo dengan harapan pernikahannya mendapat keberkahan dan kemuliaan bulan Ramadan.

“Dipilihnya malam songo karena dianggap memiliki banyak keberkahan, sehingga dalam satu malam terdapat 391 pasang pengantin yang melepas lajang,” ujarnya.

Mashari menambahakan, pada pelaksanaan momen tersebut, pasangan penganting terbanyak dari Kecamatan Soko  sebanyak  52 pasang dan terkecil dari  kecamatan Kenduruan sebanyak  3 pasang calon pengantin. “Pernikahan malam songo terbanyak di dominasi daerah Tuban selatan. Yang meliputi wilayah Soko, Rengel, Plumpang, Widang dan Semanding,” imbuhnya.

Dari data Bimas Islam Kemenag Tuban,  Kecamatan Plumpang 44 pasang, Kecamatan Kerek 17 pasang, Kecamatan Bangilan 10 pasang, Kecamatan Palang 24 pasang, Kecamatan Rengel 43 pasang, Kecamatan Jatirogo 10 pasang, Kecamatan Montong 11 pasang, Kecamatan Tambakboyo 9 pasang, Kecamatan Senori 11 pasang, Kecamatan Bancar 4 pasang, Kecamatan Jenu 20 pasang, Kecamatan Widang 31 pasang.

Sedangkan dari Kecamatan Grabagan 14 pasang, Kecamatan Semanding 30 pasang, Kecamatan Parengan 16 pasang, Kecamatan Singgahan 9 pasang, Kecamatan Soko 51 pasang, Kecamatan Merakurak 14 pasang, Kecamatan Tuban 20 pasang dan Kecamatan Kenduruan 3 pasang.

“Dengan banyaknya jumlah pasang pengantin yang akan melakukan pernikahan. Kemenag menurunkan sebanyak 34 penghulu di masing- masing wilayah,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terbaru