oleh

Terangsang Berat Karyawan Bank Panin Tuban Mesumi Bocah TK

TUBAN

AWAS PREDATOR: Dunia tempat bermain bagi anak-anak generasi terkini nyaris sudah tdak aman lagi. (foto:ILLUSTRASI)
AWAS PREDATOR: Dunia tempat bermain bagi anak-anak generasi terkini nyaris sudah tdak aman lagi. (foto: ILLUSTRASI)

seputartuban.com-Dunia tempat bermain bagi anak-anak generasi terkini nyaris sudah tdak aman lagi. Tidak hanya di lingungan sekolah, zona rumah tangga juga menjadi tempat para predator seks dan pedofilia gentayangan, dengan sasaran anak-anak balita.

Salah satu sudut dunia anak-anak yang mulai tidak aman itu adalah Kabupaten Tuban. Kali ini yang jadi korban predator pedofilia itu adalah SS, murid perempuan sebuah TK di Desa Leran, Kecamatan Palang, yang baru berusia 4 tahun. Sementara pelaku adalah tetangganya sendiri bernama Arifin.

Akibat ulahnya itu, karyawan Bank Panin Tuban kelahiran 7 Februari 1980 ini, kini diamankan di Mapolres Tuban. Sedangkan SS masih trauma dan tubuh bagian bawahnya berdarah-darah karena “tusukan” jari Arifin.

Peristiwa itu sendiri terjadi Minggu (19/10/2014) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu korban sedang bermain di rumah pelaku dengan anaknya yang berusia satu tahun. Waktu itu korban SS sedang tiduran di ruang tamu sambil melihat vidio “Morena”. Kemudian korban didekati oleh pelaku dan langsung meraba-raba tubuh korban bagian bawah. Karena horny berat, pelaku kemudian dengan leluasa menusuk alat kelamin korban dengan jari tangannya setelah mengancam akan memukulnya bila melawan.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian itu baru diketahui ibunya saat korban usai buang air kecil. Saat ibu korban membersihkan alat kelaminnya, kontan korban menjerit karena tubuh bagian bawahnya tersebut lecet.

“Korban menangis saat sedang dibersihkan alat kelaminnya oleh ibunya, dan ibunya menanyakan kenapa sakit. Korban menceritakan perbuatan pelaku kepada ibunya,” jelas Haryono kepada wartawan di Mapolres Tuban, Senin (03/11/2014) siang.

Menurut dia, begitu mengetahui kondisi anaknya terluka di bagian alat vitalnya karena tusukan jari tetangganya ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Saat diperiksa, pelaku yang ditangkap di rumahnya sempat mengelak atas tunduhan itu. Namun setelah dipertemukan dengan korban akhirnya pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Pelaku telah kita amankan untuk kepentingan pemeriksaan. Pelaku dijerat pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun,” tegas Kasat Reskrim.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah kaos oblong warna hijau garis abu-abu dan sebuah celana dalam warna putih bergambar pita merah yang dipakai korban pada saat kejadian. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru