seputartuban.com, TUBAN – Aktivitas proyek pengurukan di area Sekolah Rakyat (SR) yang dibangun seluas 7 hektar di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Jawa Timur menuai sorotan.
Pasalnya aktivitas pengurukan lahan menyebabkan debu yang berdampak kepada penjual jajanan anak sekolah. serta menganggu belajar siswa sekolah dasar (SD) yang berdampingan dengan proyek tersebut.
Pantauan di lokasi, kawasan proyek khususnya area masuk dalam kondisi berdebu selama pekerjaan berlangsung. Terutama saat kendaraan pengangkut material keluar masuk area proyek. Kondisi tersebut membuat lingkungan sekolah tampak kotor, bahkan jajanan yang dijual di sekitar sekolah terlihat tertutup debu.

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan anak-anak. Menurutnya, jajanan yang terpapar debu berpotensi membahayakan kesehatan siswa. “Setiap hari debu masuk ke area sekolah. Jajanan anak-anak juga ikut kena debu. Kami khawatir anak-anak sakit,” ujarnya. Kamis (5/2/2026).
Hal senada disampaikan salah satu pedagang jajanan di sekitar sekolah. Ia mengaku kesulitan menjaga kebersihan dagangannya akibat debu proyek yang terus menerus beterbangan. “Kalau tidak ditutup, makanan pasti kena debunya.” katanya.
Selain berdampak pada jajanan, debu proyek juga dinilai mengganggu aktivitas belajar siswa. Beberapa ruang kelas disebut sering nampak berdebu. Menyebabkan siswa dan guru merasa tidak nyaman. Warga berharap pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera mengambil langkah segera. Diantaranya penyiraman jalan secara rutin, pemasangan penutup pada truk pengangkut material. Serta pengaturan lalu lintas kendaraan proyek agar tidak mengganggu lingkungan sekolah. Hingga berita ini dikirim, Slamet selaku direktur PT pelaksana proyek saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. RHOFIK SUSYANTO
