Published On: Kam, Des 20th, 2018

Proyek Listrik Dana Desa “Asal Pasang” Bahayakan Masyarakat

seputartuban.com, MONTONG – Proyek pemasangan listrik di kawasan Sumber Mata Air Kerawak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban masih menyisakan masalah. Karena pemasangan tiang kabel saluran tegangan tinggi terkesan asal-asalan. Karena diketahui sejumlah tiang ditanam diduga  tidak sesuai ketentuan, terbukti sudah ada yang miring. Selain itu juga lokasi tiang di kawasan lahan Perhutani BKPH Mulyoagung belum mendapatkan izin atau sejenisnya.

Hasil penelusuran seputartuban.com di lapangan menyebutkan proyek tersebut atas pendanaan beberapa desa. Melalui dana desa (DD) tahun anggaran 2018. Karena digunakan sebagai sumber tenaga untuk penggerak mesin pompa air di kawasan Sumber Mata Air Kerawak beberapa desa. Proyek tersebut menurut sumber terpercaya seputartuban.com dikerjakan oleh CV Kusuma Jaya. 

Kondisi tiang listrik membahayakan pengguna jalan dan masyarakat

Untuk menuju lokasi akhir saluran listrik diperlukan pemasangan tiang baru jumlahnya tidak sedikit. Diperlukan pemasangan tiang baru untuk penyangga kabel bertegangan tinggi. Dilakukan penanaman tiang di lahan milik Perhutani yang berdampingan dengan jalan raya.

Hasilnya penanaman yang semestinya sampai pada batas garis yang terdapat pada bagian bawah, tidak seluruhnya dipenuh. Sekitar 15 tiang posisi miring, dan yang tidak ditanam sampai batas garis kisaran 6 tiang. Dari tanah sampai batas garis menyisakan jarak sekitar 0,5 meter sampai 1 meter. 

Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. Karena jalan raya di kawasan tersebut merupakan jalan poros tengah. Yang sibuk dilalui pengguna jalan dari Tuban kota menuju wilayah Tuban bagian selatan dan barat serta sebaliknya. Kerawanan ditambah kawasan tersebut rawan pohon tumbang maupun angin kencang yang bisa saja sewaktu-waktu memembuat tiang roboh. “Kalau begini ya bahaya sekali,” kata Yulianto, salah satu warga setempat, Senin (17/12/2018). 

Kondisi diperparah soal penggunaan lahan Perhutani juga belum mendapatkan izin. Sejak awal pengerjaan hingga saat ini juga belum ada komunikasi. “Sampai sekarang belum pernah ada yang komunikasi,” kata Asper Perhutani BKPH Mulyoagung, Moh. Badar. 

Sementara itu, menurut salah satu Kepala Desa (Kades) yang turut serta mengalokasikan DD untuk proyek ini, mengatakan bahwa seluruh pekerjaan sudah tanggung jawab rekanan PLN. “Jumlah anggarannya lupa, yang jelas itu dari patungan (DD desa lain). Semua itu tanggung jawabnya CV-nya, itupun juga sudah lama,” tegas Kades Guwoterus, Puji. 

Terpisah, Supervisor PLN Tuban, Hanif saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui perpesanan sosial belum mendapat tanggapan. Sehingga masih belum dapat dipastikan siapa CV yang mengerjakan proyek ini dan bagaimana ketentuannya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos