oleh

Langka, Warga Singgahan Turunkan Paksa Pupuk Bersubsidi

seputartuban.com, SINGGAHAN – Nampaknya kelangkaan pupuk di Kabupaten Tuban mulai membuat masyarakat bereaksi. Salah satunya di Dusun Klapan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Masyarakat menghentikan truk pengangkut pupuk bersubsidi, lalu menurunkan muatannya, Kamis (22/10/2020).

Waka Polsek Singgahan, IPDA  Kastur mengatakan kejadian penurunan paksa pupuk bersubsidi dilakukan kurang lebih 10 orang. Pupuk tersebut rencananya akan didistribusikan ke wilayah Kecamatan Bangilan. Kejadian ini menurutnya terjadi secara spontanitas. “Pupuk dari atas truk jenis urea yang akan di distribusikan di kecamatan Bangilan diturunkan warga secara spontanitas,” katanya.

Menurutnya, kejadian tersebut dipicu karena kelangkaan pupuk yang makin menjadi. Sehingga warga nekat menghentikan truk tersebut. Warga hanya ingin membeli bukan berniat untuk menjarah. “Sebenarnya warga hanya ingin membeli pupuk dan bukan berniat untuk menjarah,” tegasnya.

Selain itu, Kastur menambahkan sempat ada perdebatan antara pihak keamanan dan masyarakat, terkait dengan aksi ini. Namun masyarakat bisa menerima penjelasan terkait dengan aturan  penyaluran pupuk bersubsidi. “Alhamdulila, setelah perdebatan yang cukup panjang. Akhirnya pupuk kembali di naikkan ke atas Truk kembali,” pungkasnya.

Kejadian serupa pernah terjadi di wilayah  Kecamatan Montong tahun 2017 lalu. Karena tidak mendapat jatah pupuk untuk tanaman jagung miliknya, puluhan warga Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Jumat, (27/10/2017) pagi mencegat truk pengangkut pupuk subsidi. 

Pemberhentian paksa truk tersebut dilakukan dijalur poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Merakurak menuju Kecamatan Montong, tepatnya diwilayah Dusun Tileng desa setempat. Saat ini petani di Tuban kelimpungan karena kuota pupuk bersubsidi tidak sebanding dengan luasan lahan pertanian masyarakat.

Sehingga petani kesulitan membeli pupuk subsidi. Sedangkan harga pupuk non subsidi relatife mahal, membuat petani enggan membeli. Selain tidak memiliki cupuk biaya, juga khawatir tidak seimbang dengan hasil panennya. Karena biaya penyiapan lahan, bibit, pupuk, perawatan dan lainnya menjadi mahal. Sedangkan saat panen, harga hasil pertanian biasannya turun. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru