MONTONG

seputartuban.com – Pimpinan dan berbagai elemen masyarakat Kecamatan Montong, Minggu (3/4/2016) kompak menyelamatkan lingkungan. Dengan menanam 1.000 pohon asuh di kawasan hutan petak 70 p, luas 2,6 hektar, Resot Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Montong, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan.

Kawasan yang sudah dibebaskan dari hutan produksi Perhutani itu merupakan wilayah resapan sumber mata air Klampok, Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong. Kondisinya debit air terus berkurang karena pepohonan disekitar wilayah itu sudah sangat jarang.
Penanaman pohon itu pelaksanaan awal program Pohon Asuh yang telah disiapkan para pihak untuk selamatkan kawasan sumber air itu. Selain itu dalam rangka menyambut hari bumi dan memperingati HUT Perhutani ke-55. Pohon yang ditanam jenis tanaman yang berbuah. Sehingga masyarakat juga dapat memanfaatkan buahnya, yakni nangka, sukun dan kluweh.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Montong, Nana Suwanda mengatakan penghijauan itu selain untuk menyelamatkan sumber air, juga menyelamarkan kualitas hidup kita. “Terima kasih semua pihak yang telah bersama-sama mewujudkan kegiatan ini,” katanya.
Camat Montong, Agus Wijaya menegaskan pihaknya bersama pimpinan kecamatan siap mendukung penuh upaya penyelamatan lingkungan dengan banyak pihak itu. Apalagi program pohon asuh sangat baik, karena tidak sekedar menanam saja lalu ditinggalkan. Namun lebih mengedepankan tanggung jawab moral merawat pohon hingga siap hidup.
Agus juga menambahkan bahwa alam dan seisinya juga dapat memanjatkan doa kepada Tuhan. Jika kita berbuat baik pada lingkungan atau pohon, mereka juga akan mendoakan baik.

“Kami mendukung penuh upaya penghijauan ini, kami bersama masyarakat mengiingin hutan tetap terjaga seluruh ekosistemnya. Karena jika diabaikan dampak buruk selain dirasakan masyarakat sekitar hutan juga dirasakan masyarakat yang berada diwilayah lain,” imbuhnya.
Pohon Asuh adalah program penanaman pohon yang digagas oleh sejumlah pihak termasuk seputartuban.com. Program itu melibatkan sejumlah pihak untuk terlibat menanam dan merawat pohon sampai dapat bertahan hidup secara alamiah. Intinya adalah bukan sekedar menanam pohon lalu ditinggal saja dan dampaknya tanaman mati karena tidak dirawat. Kegiatan ini langkah awal sebelum menjalin komitmen dengan para pihak secara tertulis.
Hadir dalam penanaman pohon, Asper BKPH Montong, Camat, Kapolsek dan Danramil Montong. Sejumlah Kepala Desa dari Asosiasi Kepala Desa (AKD), anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti, Margaluyu 151 dan Pagar Nusa. Pemerintah Desa Tanggulangin, masyarakat sekitar hutan dan komunitas trail. ARIF AHMAD AKBAR
