oleh

Kemenag Tuban Tegaskan PPPKM Darurat Hingga Iduladha 1442 H

seputartuban.com, TUBAN – Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).  Dimulai 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Bersamaan dengan waktu Hari Raya Idulaha 1442 H yakni pada 20 Juli 2021. Pemerintah pusat hingga Kabupaten Tuban telah mengeluarkan aturan larangan peniadaan peribadatan di tempat ibadah, termasuk masjid. Sehingga pelaksanaan sholat iduladha juga ditiadakan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Sahid menegaskan pihaknya menindaklanjuti Instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19. Serta Surat Edaran (SE) Menteri Agama nomor 16 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Idul adha, dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah PPKM Darurat.

Serta SE nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan PPKM Darurat.

Surat Edaran Bupati Tuban nomor 367/3822/414.012/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Tuban.

Dengan adanya ketentuan PPKM Darurat yang melarang peribadatan di tempat ibadah, kemudian Kementerian Agama membuat kebijakan tersebut. Pertama, ketentuan memperbolehkan takbiran dan sholat idul adha di luar wilayah PPKM Darurat dengan syarat-syarat yang sudah diatur. Kedua,  ketentuan peniadaan takbiran dan sholat idul adha di wilayah PPKM Darurat. Hal ini bukan hanya berlaku untuk umat Islam saja, melainkan berlaku pada tempat ibadah lain di zona PPKM Darurat.

“Perlu diingat bahwa kebijakan ini diambil sifatnya sementara dan tidak berlaku selamanya, hanya pada saat PPKM Darurat Covid-19 saja”, tegasnya.

Termasuk Kabupaten Tuban yang masuk level 3 dan Bupati Tuban telah mengeluarkan SE, untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang semakin menggila. Kepatuhan terhadap PPKM Darurat sangat perlu dijalankan setiap masyarakat.

“Karena Kabupaten Tuban kategori level 3 (sedang) dan masuk zona PPKM Darurat. Maka saya setuju dan mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh Menteri Agama kita. Tentu, dengan meminta saran dan pendapat dari tokoh agama dan pemerintah setempat,” imbuhnya.

Sahid menegaskan pembatasan ini tidak lain adalah untuk menjaga masyarakat agar tidak semakin banyak lagi yang menjadi korban Covid-19.

“Adapun kebijakan tersebut tujuannya adalah dalam rangka untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini mengalami peningkatan luar biasa dengan munculnya varian baru yang lebih ganas,  berbahaya dan menular. Serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan takbiran, sholat Idul adha dan penyembelihan hewan kurban 1442 H/2021 M,” pungkasnya. NAL

Terbaru