Kakak Beradik Ditemukan Meninggal Dunia Berpelukan Dalam Mobil

seputartuban.com, BANGILAN – Gegara terperosok di jalan desa setempat, kakak beradik terjebak di dalam mobilnya yang terperosok dan terseret arus sungai hingga tenggelam. Kedua korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan di dalam mobilnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Sudarmaji, Senin (3/4/2023) menjelaskan pada minggu (2/4/2023) pukul 18.50 WIB pihaknya menerima laporan mobil tenggelam terseret arus sungai. Pihaknya langsung mengirimkan timnya bersama sejumlah pihak untuk ke lokasi kejadian. Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat masyarakat persiapan buka puasa dan kondisi hujan, melintas mobil Datsun Go warna hitam Nopol L 1091 ZC. Ditumpangi kakak beradik, Alfi Narariya Hardian Sabastiar (26) dan Alfrik Anfasah Hardian Maula (22), warga Dusun Bendo, Desa Sidokumpul, Kec. Bangilan Kab Tuban.

Saat melewati jalan desa kawasan Dusun Banaran, Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, jalan raya sedang banjir dengan ketinggian sekira 50 cm. Kondisi jalan desa yang terendam banjir dan diduga tidak menguasai medan, membuat pengemudi terperosok ke sungai. Yang seharusnya belok, namun haluan mobil tetap lurus hingga terperosok dan terbawa arus sungai yang sedang banjir.

Saat kejadian diduga ketinggian sungai sekira 4 meter.  Derasnya arus dan kondisi kedua korban masih di dalam mobil, membuat keduanya tidak berbuat banyak. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian juga tidak dapat menolong keduanya. Akibat derasnya arus sungai yang sedang banjir.

Setelah dilakukan pencairan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Trantib Bangilan, PMI, relawan dan masyarakat setempat, pukul 22.20 WIB korban ditemukan sekira 100 meter dari lokasi kejadian. Kemudian langsung dilakukan evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Bangilan, selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban dua-duanya masih di dalam (mobil). Kakak beradik ini masih dalam pelukan,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasa Permukiman tersebut menegaskan kejadian berada di kawasan jalan desa yang tidak terlalu lebar. Diduga korban tidak memahami situasi lokasi kejadian. “Dimungkinkan korban tidak terlalu paham lokasi. Sehingga menyebabkan terperosok ke dalam sungai dan hanyut di sungai. Mari kita doakan almarhum dimasukkan di surganya Allah SWT, apalagi mereka meninggal dunia di bulan suci ramadan,” pungkasnya. Nal

Print Friendly, PDF & Email