seputartuban.com, TUBAN – Dandim 0811 Tuban, Letkol Sarwo Supriyo memiliki cara tersendiri dalam membangkitkan jiwa nasionalisme pemuda Tuban. Khususnya anggota pasukan pengibar bendera upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72. Selain menciptakan puisi, dia bahkan membacakannya secara langsung mengiringi prosesi pengukuhan dengan penuh hikmah dan menggetarkan jiwa di Pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban.

Dia membuat dan membacakan puisi tersebut untuk melengkapi prosesi pengukuhan yang sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Untuk membangkitkan semangat nasionalisme, serta menegaskan bahwa masa depan bangsa ini ada dipundak mereka,” jelasnya.
Saat pembacaan puisi diiringi lagu “Padamu Negeri” dengan lampu hanya menyala di sekitar bendera merah putih yang dicium bergantian oleh personil Paskibra membuat suasana makin haru. Bahkan beberapa wali murid nampak meneteskan air mata.

Sudah tercatat dalam sejarah, bersatu dan bangkitnya kaum muda mampu mewujudkan kemerdekaan RI. “Sebagai pemuda harus selalu mengembangkan diri mengisi kemerdekaan. Agar masa depan bangsa tidak dipertaruhkan dengan hal-hal negatif,” imbuhnya. NAL
Inilah puisi yang diciptakan Dandim 0811 Tuban, Letkol Sarwo Supriyo
Dengan Judul “Generasiku Harapanku”
Usiamu menginjak remaja
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu
Belum cukup rasanya engkau habiskan waktu bermainmu
Belum puas rasanya masa kecilmu berlalu
Kini tiba saatnya engkau dituntut tahu
Betapa berat tanggung jawabmu
Semakin engkau ingin melupakan
Semakin engkau selalu diingatkan
Semakin engkau lari
Semakin ia akan mengejar dan menghampirimu
Tanggung Jawab…
Yah… sebuah tanggung jawab besar ada dimang-masing pundakmu
Wahai generasi mudaku
Wahai generasi asa ku
Aku sangat merindukanmu
Negeri ini sempat mencatat goresan tinta emasmu
Semangatmu menghantarkan bangsa ini menuju kehidupan baru
Teriakanmu menggetarkan jiwa lawanmu
Sorot tajam matamu merobek-robek jasad musuhmu
Wahai generasi mudaku
Wahai generasi asaku
Aku rindu engkau mewujudkan mimpi-mimpimu
Aku tahu engkau masih menyimpan sejuta bakatmu
Negeri ini kan selalu setia menanti karya besarmu
Bawalah aku
Kenalkanlah aku. kepada seluruh pelosok negeri sampai diujung dunia ini
Biar mereka tahu bahwa engkau adalah puta putri terbaikku yang akan selalu menjagaku
Satu bulan sudah derap langkah kakimu gemparkan bumi ini
Panas matahari engkau biarkan membakar kulit ari
Rasa letihmu untuk sebuah misi
Kibarkan bendera pusaka kebanggaan ibu pertiwi
