Penulis : Hanafi
TUBAN

Yakni, Kecamatan Jatirogo sebanyak 15 desa dengan jumlah dana sebesar Rp. 811.600.000. Kecamatan Bangilan sebanyak 9 desa dengan jumlah dana sebesar Rp. 484.350.000, Kecamatan Bancar sebanyak 2 desa dengan jumlah ADD Rp. 103.500.000. Kecamatan Senori sebanyak 7 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 390.200.000.
Kecamatan Tambakboyo sebanyak 12 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 637.600.000, Kecamatan Singgahan sebanyak 11 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 602.450.000. Kecamatan Kerek sebanyak 13 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 451.200.000.
Kecamatan Parengan sebanyak 1 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 51.750.000, Kecamatan Montong sebanyak 3 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 174.450.000. Kecamatan Soko sebanyak 9 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 497.700.000.
Kemudian untuk Kecamatan Jenu sebanyak 3 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 147.041.500, Kecamatan Merakurak sebanyak 3 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 151.350.000. Kecamatan Rengel sebanyak 5 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 273.600.000. Kecamatan Semanding sebanyak 7 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 370.450.000. Kecamatan Plumpang sebanyak 3 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 161.800.000.
Kecamatan Palang sebanyak 1 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 50.850.000, Kecamatan Widang sebanyak 6 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 256.912.500. Kecamatan Grabagan sebanyak 10 desa, dengan jumlah dana sebesar Rp. 647.000.000.
Sedangkan Kecamatan Kenduruan sebanyak 9 desa penerima dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 511.750.000. Sementara itu, Kecamatan Tuban belum satupun desa penerima memperoleh dana ADD, dari 3 desa yang ada. Sehingga sampai bulan Oktober ini sebesar dana yang terserap baru Rp. 6.805.554.000, sisanya yaitu sebesar Rp. 10.574.446.000 yang belum terserap.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) Kabupaten Tuban, Ahmad Amin Sutoyo, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa, sejak awal pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait penyaluran dana ADD. Selain itu juga sudah mendatangi sejumlah desa yang belum menyetorkan LPJ, sehingga mempengaruhi penerimaan dana ADD.
“Kami sudah upayakan, dengan berkoordinasi dengan pihak terkait, juga sudah mendatangi desa-desa yang belum LPJ, sehingga kita tahu apa kekurangan dan kendala, sehingga kita bisa memberi solusi yang tepat, ” ungkapnya.
