Hampir tak ada satupun warga di Dusun Gembong, Desa Rengel, bisa menahan amarahnya begitu mengetahui tetangga mereka Wasian (45) tewas mengenaskan setelah motornya dillindas truk di jalan raya setempat yang menjadi jalur alternatif Rengel-Tuban, Senin (21/09/2015) siang.
RENGEL

seputartuban.com – Emosi massa yang mendiami punggung gugusan bukit kapur di “atas” wilayah Kecamatan Rengel bukan tanpa alasan.
Ya, bukan soal kematian korban yang sudah menjadi takdirnya, yang membuat massa nyaris anarkis dan ingin menumpahkannya dengan membakar dump truk, penyebab tewasnya korban.

Emosi massa dimantik ulah sopir dump truk yang disebut warga ugal-ugalan. Lebih menjengkelkan lagi kecelakaan maut itu ternyata akibat sopir dump truk mengemudi dalam keadaan mabuk. Beruntung di tengah emosi warga yang sudah membuncah itu aparat Polsek Rengel segera tiba di lokasi kejadian.
Kapolsek Rengel AKP Musa Bachtiar yang turun memimpin evakuasi langsung berbagi tugas dengan jajarannya. Tugas-tugas teknis dicover penggawanya. Sementara urusan meredam massa dilakukannya dengan pendekatan huimanis. Hasilnya?

“Alhamdulillah, semua bisa menerima kejadian ini. Saya menyampaikan terima kasih karena tidak sampai anarkis,” tutur Musa, Selasa (22/09/2015) pagi.
Hal tersebut diungkapkan pasca tragedi laka lantas di Jalan poros Kecamatan Grabagan – Kecamatan Rengel, Senin (21/09/2015) yang menghebohkan.
Karena setelah melindar pemotor bapak-anak, dump truk nyaris dibakar dan dijarah warga.
Kejadian bermula saat truk Nopol S 8333 AC dikemudikan Hanto (43), warga Dusun Payak, RT/RW 09/02, Desa Purwoasri, Kecamatan Suko Sewu, Bojonegoro, melintas di jalan poros kecamatan kawasan Dusun Gembong, Desa Rengel dari arah barat ke timur atau urun Grabagan ke Rengel.
Kemudian mencoba mendahului tiga kendaraan truk yang tidak diketahui identitasnya, berjalan searah. Saat mendahului ban sisi kanan keluar dari badan jalan.
Akibatnya truk oleng hingga menabrak pohon disisi kanan jalan. Sopir tidak lagi dapat menguasai kendaraanya membuang haluan ke sisi kiri. Kemudian menabrak sepeda motor Nopol S 6507 GJ yang melaju di depan ketiga truk yang disalip.
Akibatnyai, pemotor ditabrak lalu dilindas. Benturan ini membuat Waslan (45), warga Dusun Gembong Desa Rengel terlindas dan terseret beberapa meter hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan Widi (13), anakya mengalami luka berat. Kejadian ini lantas memicu amuk massa. Warga setempat yang datang ke lokasi kejadian akan membakar dum truk dan menjarah onderdil kendaraan.
Beruntung kedatangan petugas Polsek Rengel di lokasi kejadian berhasil meredam kemarahan warga. Bahkan berhasil menemukan dua buah aki dan ban cadangan yang sudah disembunyikan di semak belukar sekitar 10 meter dari lokasi kejadian yang ditutupi jerami.
“Kita menolong dan evakuasi korban kemudian olah TKP dan mengamankan barang bukti untuk untuk penyidikan lebih lanjut. Diduga sopir mabuk toak karena ditemukan satu botol di dump truk,” tutur Kapolsek Rengel.
Menurut dia, dari kesaksian sopir lainnya disebutkan pengemudi dump truk sempat minum toak sebelum menjalankan kendaraannya.
Kapolsek mengucapkan terima kasih kepada warga yang masih mengindahkan himbauanya. Sehingga tidak terjadi amuk massa. “Kita berhasil mencegah aksi anarkis masa yang hendak membakar dump truk dan mengagalkan mencuri onderdil,” kata Musa.
Dia mengerangkan, tersangka masih dalam pengejaran polisi dan Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban. Sedangkan korban luka berat mengalami patah tulang kaki. MUHAIMIN
