oleh

Dibanding 2019, Tahun 2020 Pengangguran Terbuka di Tuban Naik 4,81 Persen

seputartuban.com, TUBAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban mengungkapkan pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) 2020 lalu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tuban naik. Survey yang dilakukan tiap bulan agustus tersebut menunjukkan kenaikan TPT dibanding tahun sebelumnya.

 BPS Kabupaten Tuban menyebutkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 677.759 orang. Jumlah tersebut naik 33.076 orang dibanding Agustus 2019. Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik 2,11 poin.

Kepala  BPS Kabupaten Tuban, Eko Mardiana mengatakan untuk mengetahui tingkat pengangguran di Kabupaten Tuban pihaknya menggunakan wilayah blok sensus. Kemudian mengambil sampel yang sudah dipetakan.

“Kita petakan di kecamatan mana, dan di desa mana nanti kita survey. Di rumah-rumah kita tanya kerja apa, kerja dimana, ada yang menganggur tidak, semuanya kita tanyakan dalam satu rumah tersebut,” katanya, Rabu (3/2/2021).

Sedangkan dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah  15.216 orang dan TPT naik menjadi 4,81 persen pada agustus 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 10,91 persen. “Dengan kata lain, permasalahan titik temu antara tawaran tenaga kerja lulusan SMK/SMA sederajat masih dicari,” ungkapnya.

Sementara itu, Eko menambahkan penduduk Tuban yang bekerja sebanyak 645.156 orang. Bertambah sekitar 17.860 orang dari Agustus 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama Manufaktur 0,57 persen dan  Jasa 0,45 persen. Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan persentase adalah pertanian sebanyak  1,02 persen.

95.202 orang penduduk usia kerja terdampak covid-19 atau 10,09 persen. Terdiri dari pengangguran karena Covid 8.257 orang, bukan angkatan kerja karena covid-19 4.199 orang. Sementara tidak bekerja karena covid-19 3.890 orang. Penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 sebanyak 78.856 orang.”

Eko berharap pada Agustus 2021 mendatang saat dilakukan survey tingkat pengangguran di Tuban menurun. Karena di Tuban juga banyak perusahaan yang nantinya  agar memakai tenaga kerja lokal.

“Perlu adanya pelatihan-pelatihan yang menunjang mereka agar bisa masuk ke perusahan. Apalagi setelah ini ada Rosnef (NGRR) kita harus mempersiapkan SDM-nya. Jangan sampai didominasi oleh orang luar,” harapnya. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru