oleh

DaDi Kuatkan BUMDes Untuk Produk Unggulan Desa

seputartuban.com, TUBAN – Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi program yang akan dilakukan oleh pasangan Cabup dan Cawabup Tuban, Aditya Halindra Faridzki SE dan H Riyadi SH (DaDi). Hal itu akan disinergikan dengan program Satu Desa Satu Produk Unggulan yang akan ditangani secara profesional.

Peran BUMDes menjadi penentu bagi kesejahteraan masyarakat desa, karena unit bisnis di desa tersebut sahamnya adalah milik masyarakat desa melalui Pemerintah Desa (Pemdes). Komposisi kepemilikan saham bisa dikerjasamakan dengan perusahaan atau perorangan, sesuai dengan kesepakatan Pemdes yang terdiri dari Kepala Desa dan perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Pasangan nomor 2 ini menilai, dalam program Satu Desa Satu Produk Unggulan akan menjadi motor utama pergerakan perekonomian di desa. Apalagi jika desa telah memiliki produk unggulan dengan pengelolaan secara profesional.

“Ke depan kami akan memberi penguatan dalam hal manajemen hingga permodalan kepada BUMDes, tentunya akan kami siapkan juga pendamping yang ahli dibidangnya,” kata Riyadi di samping Aditya Halindra Faridzki.

Saat ini, sesuai data yang dihimpun dari lapangan, hingga awal tahun 2019 lalu terdapat 212 dari 328 desa/kelurahan di Kabupaten Tuban memiliki BUMDes. Sayangnya unit  bisnis tingkat desa tersebut belum berjalan maksimal, karena tak ada pendampingan yang serius oleh pendamping profesional.

Program DaDi ke depan, mengarahkan BUMDes pada produk olahan sehingga memiliki daya saing market yang bagus. Paling tidak pengurus BUMDes mengerti, dan bisa menerapkan manajemen bisnis, sebagaimana unit perusahaan profesional.

“Kami akan menyiapkan program pelatihan, pendampingan, hingga mengawal market dari produk unggulan desa.”

Sedangkan untuk menentukan produk unggulan desa dari program Satu Desa Satu Produk Unggulan,  akan dilakukan survei secara matang. Termasuk juga melakukan feasibility study (studi kelayakan)  dari produk, olahannya, hingga pangsa pasarnya.

Selain itu, penguatan BUMDes dan produk unggulan desa, akan disinergikan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Tuban. Paling tidak sebagai tanggung jawan sosial dari perusahaan sesuai UU Nomor:  40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT).

“Kami tak bermaksud meminta dana CSR perusahaan untuk kegiatan sosial seperti bagi-bagi sembako dan sejenisnya, kami ingin bersinergi dalam program pemberdayaan masyarakat agar warga Tuban berdaya dan lebih mandiri,” tegas DaDi.

Sedangkan terkait dana desa, diantaranya akan diarahkan untuk menguatkan produk unggulan. Jadi program ini murni untuk memberdayakan masyarakat desa dengan penguatan unit bisnis milik warga melalui BUMDes.

Produk unggulan dalam program Satu Desa Satu Produk Unggulan tidak selalu produk hasil tanaman seperti padi, jagung, dan komoditas palawija. Lebih dari itu bisa juga sektor pariwisata, kerajinan khas desa, atau kuliner yang dikemas menjadi bagian dari destinasi pariwisata. Selain itu, bisa juga beberapa desa dalam satu kawasan memiliki produk serupa. Jika memang potensinya seperti itu akan disinergikan, karena bisa saja produknya saling melengkapi antardesa.  (RLS)

Terbaru