Perhutani Masih Belum Buka Data, Lahan Hutan Diuruk Semen Riject Demi Presiden RI

seputartuban.com, MERAKURAK – Polemik penimbunan lahan kawasan kawasan hutan menggunakan material yang diduga semen riject dari PT Semen Indonesia saat momentum kunjungan Presiden Republik Indonesia kini masih bergulir. Lokasi yang berada di Petak 57e RPH Merakurak, BKPH Merakurak, KPH Tuban masih menjadi pertanyaan publik. Menyangkut status kawasan hutan, pengelolaan lingkungan, hingga hak pesanggem (petani hutan).

Pasca kunjungan Presiden RI di lokasi tersebut, bagaimana mekanisme pengelolaan lingkungan yang baik. Mekanisme pemotongan tegakan hutan hingga faktor lainnya belum disampaikan pihak terkait.

Staf Kadivre Jatim, Andry Wahyu Purnawan, mengaku masih perlu melakukan koordinasi internal. “Terkait hal-hal tersebut, kami akan konfirmasikan terlebih dahulu pada departemen terkait dan perlu klarifikasi pula pada bagian lapangan terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Saat dikonfirmasi kembali pada Senin (18/5/2026), Andry menyampaikan bahwa pihak Administratur/KKPH Tuban disebut akan memberikan klarifikasi langsung. “Tempo hari saya sudah menghubungi bapak Administratur/KKPH Tuban (Pak Mada) dan dari informasi beliau akan klarifikasi. Karena beliau sebagai pemangku wilayah,” lanjutnya melalui pesan singkat.

Hingga berita ini dikirim, belum ada penjelasan resmi dari pihak Administratur/KKPH Tuban. Bagaimana mekanisme dan dampak penggunaan semen riject, penebangan pohon hingga perataan lahan yang berdampak pada pesanggem. Diberitakan sebelumnya, kunjungan Presiden RI di Kabupaten Tuban, lokasi kegiatan merubah wajah hutan. Demi Presiden RI, Pohon Ditebang, Lahan Pertanian Ditimbun Semen Reject dan Pesanggem Meradang. RHOFIK SUSYANTO

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses