seputartuban.com, TUBAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban sepanjang tahun 2025 diwarnai berbagai temuan dan keluhan dari masyarakat. Persoalan yang muncul meliputi kualitas makanan, insiden kesehatan siswa, hingga masalah tata kelola dan operasional.
Dari hasil analisa data yang dihimpun seputartuban.com, keluhan paling sering dilaporkan terkait rendahnya higiene makanan yang dibagikan ke sekolah. Pada Juli 2025, belatung ditemukan dalam paket MBG di SMK Tambakboyo. Temuan serupa kembali terjadi pada Oktober 2025, saat ulat terlihat merambat pada buah melon yang dibagikan di SMK TJP.
Kasus ulat pada sayuran juga dilaporkan secara beruntun. SDN 1 Compreng, Kecamatan Widang, melaporkan temuan tersebut pada September 2025, disusul MAN Tuban pada Oktober 2025. Laporan terbaru datang dari sebuah madrasah ibtidaiyah di Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, pada Desember 2025. Di wilayah Montong, SPPG Pucangan menerima protes berulang hingga akhir tahun terkait rasa makanan dan kesegaran bahan. Wali murid di Desa Talun juga mengeluhkan porsi dan kualitas lauk setelah program berjalan beberapa hari.
Insiden kesehatan paling serius terjadi di SMKN 1 Palang pada Oktober 2025. Sekitar enam hingga delapan siswa mengalami muntah, lemas, dan sesak napas setelah mengonsumsi nasi goreng telur dari program MBG. Para siswa tersebut sempat dilarikan ke RSUD Dr. R. Koesma Tuban untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain persoalan kualitas dan kesehatan, masalah tata kelola turut mencuat. Pada Desember 2025, muncul laporan dugaan pungutan liar sebesar Rp. 500.000 dalam proses rekrutmen tenaga kerja MBG. Pembangunan dapur SPPG di wilayah Tuban Selatan juga sempat dikritik karena diduga belum melengkapi izin lingkungan. Disisi lain, sejumlah SPPG dilaporkan sempat menghentikan operasional akibat kendala administrasi dan teknis.
Masyarakat disediakan saluran pengaduan melalui hotline 088293800268 (operator 1) dan 088293800376 (operator 2) juga dapat melaporkan melalui website bgn.lapor.go.id untuk melaporkan temuan di lapangan.
Pada akhirnya, pelaksanaan program MBG di Tuban akan diuji oleh konsistensi pengawasan dan kualitas layanan. Warga dan wali murid menanti jaminan keamanan pangan, bukan sekadar keberlanjutan program. Nal

