seputartuban.com, TUBAN – Ratusan aparat kepolisian disiagakan untuk mengamankan aksi unjukrasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kabupaten Tuban, Rabu (03/09/2025).
Meski massa aksi hanya berjumlah sekira 24 orang, terdiri dari 11 mahasiswa HMI dan 13 mahasiswa GMNI. Polres Tuban menerjunkan personilnya hingga mendatangkan personil Brimob Bojonegoro. Bahkan jumlahnya sangat jauh dibanding dengan jumlah peserta aksi. Jika dibandingkan antara peserta aksi dan aparat pengamanan dapat dibagi rata-rata setiap mahasiswa dijaga 19 aparat.
Plt Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan sebanyak 470 personil gabungan dikerahkan. Termasuk satu kompi Brimob dari Bojonegoro yang secara khusus diperbantukan untuk pengamanan.
“Pasukan sudah kami siapkan 470 gabungan Polres dan Brimob. Dari Brimob sendiri ada satu kompi yang ikut mengamankan,” ungkap Siswanto.

Selain pengerahan pasukan, Polisi juga mensterilkan sejumlah Lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi aksi massa. Diantaranya GOR Rangga Jaya Anoraga, Gedung DPRD Tuban, serta area sekitarnya.
Siswanto menegaskan bahwa Polres Tuban telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jalannya aksi sesuai aturan. Mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tetap mendapatkan ruang, namun dihimbau tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis. “Penyampaian pendapat itu dilindungi undang-undang. Tapi harus tetap tertib dan mematuhi hukum yang berlaku,” tegasnya.
