seputartuban.com, MERAKURAK – Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) memang perlu perencanaan yang matang. Baik dalam pengalokasian anggaran maupaun penggunaan anggaran dalam pembangunan desa.
Seperti halnya di Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mengalokasikan anggaran untuk program ketahanan pangan Holtikultura. Jenis tanaman Cabai Merah Kriting (CMK). Program tersebut tergolong berhasil dilakukan di desa ini.
Kades Tahulu, Sumariyono yang juga selaku penanggung jawab program tersebut mengungkapkan, penentuan program ketahanan pangan holtikultura tanaman cabai ini berdasarkan usulan dari masyarakat saat Musyawarah Desa (Musdes).
Dari usulan tersebut, dianggarkan minimal 20 persen dari Dana Desa (DD) yang ditanam dilahan eks bengkok seluas 80 ribu meter persegi. Dengan kapasitas tanaman cabai 16 ribu bibit CMK. “Alhamdulillah dengan adanya program holtikultura ini, mampu melibatkan banyak tenaga kerja lanjut usia dari masyarakat Desa Tahulu khususnya,” ungkapnya, Rabu (19/2/2025).
Yono panggilan akrabnya, menjelaskan untuk alokasi anggaran program tersebut sebesar Rp 99.515.000. Cabai ditanam bulan agustus 2024 dan mulai panen bulan 11 sampai bulan Februari sudah 50 kali panen.
“Meskipun harga cabai saat panen pertama jatuh hingga harga Rp. 6 ribu. Tapi perlahan setiap panen harga cabai berangsur naik. Alhamdulillah juga mampu menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes),” jelasnya.
Tak hanya itu, desa berkomitmen selain untuk menyukseskan program pemerintah pusat tahun 2025, desa juga akan menambah tanaman anggur. Selain dapat memberdayakan masyarakat juga upaya meningkatkan PADes.
“Pemdes akan selalu mendukung usulan program dari masyarakat, yang nantinya akan di kerjakan bersama dengan lembaga desa yang sudah ada. Tentunya program tersebut dapat dirasakan masyarakat, baik dalam menyerap tenaga kerja maupun lainnya,” harapnya.

