seputartuban.com, TUBAN – Koalisi partai pengusung Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban (Cabup-Cawabup) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban sudah terbuka. Pasangan Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono memborong rekomendasi dari sejumlah partai. Terbaru dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 11 kursi di DPRD Tuban. Sebelumnya Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) juga sudah menyatakan rekomendasinya. Partai Golkar menunggu waktu. Tinggal PDI Perjuangan memiliki 5 kursi dan Partai NasDem memiliki 4 kursi. Sehingga tidak ada peluang 9 kursi mengusung Cabup-Cawabup baru.
Atas dinamika politik tersebut, pasangan Cabup-Cawabup, Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono hampir pasti akan melenggang. Karena calon tunggal, maka rivalnya adalah kotak kosong (bumbung kosong). Hal itu disampaikan dihadapan para wartawan saat Press Release Lounching Pemetaaan Kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Kabupaten Tuban di Sekretariat Bawaslu, Minggu (18/08/2024). Dalam forum itu juga turut dihadiri perwakilan Forkopimda Tuban, KPU Kab. Tuban, Polres Tuban dan Kejaksaan Tuban serta kalangan pers.
“Untuk masyarakat Tuban sudah Teruji Jika terjadi pasangan petahana melawan bumbung kosong, tak bakal dimenangkan oleh bumbung kosong. Lantaran tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Tuban dalam menggunakan hak pilih dalam Pilkada relatif tinggi,” ungkapnya.
Arifin menambahkan, sesuai catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, tingkat partisipasi publik dalam Pemilu Legislatif bersamaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 lalu sebanyak 85,23 persen.
Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 945.539 orang sebanyak 805.853 orang menggunakan hak pilihnya. Sedangkan pada Pemilu 2019 angka partisipasnya mencapai 81,19 persen dari jumlah DPT 946.748 orang, jauh melampaui target partisipasi nasional yang dipasang KPU sebesar 77,5 persen. Sedangkan pada gelaran Pilkada Tuban tahun 2020 yang dimenangkan pasangan Aditya Halindra Faridzky dan H Riyadi, tingkat partisipasi masyarakat sebanyak 77,60 persen.
Pada agenda politik lima tahun sebelumnya (Pilkada 2015) angka partisipasi publik sebanyak 51,91 persen. Pasangan incumbent Fathul Huda dan Noor Nahar Husein menyabet kemenangan 60,82 persen, dibanding lawannya dari jalur independen Zakky Mahbub dan Dwi Susiatin Budiarti dengan raihan suara 39,18 persen. “Dalam kontestasi politik nanti, dan mengacu pada capaian partisipasi suara meskipun tidak ada lawan yang maju. maka bumbung kosong tidak akan menang,” katanya dengan tegas.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Tuban, Nabrisi Rohid, menambahkan, pihaknya akan melakukan upaya pencegahan agar potensi pelanggaran tidak terjadi pada Pilkada 2024. Diantara aksinya memberikan sosialiasi dan imbauan terkait larangan berpolitik praktis bagi ASN, serta memberikan sosialisasi produk hukum terkait netralitas untuk ASN.
“Bawaslu Tuban juga melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait, untuk melakukan patroli kawal hak pilih, serta mendirikan posko kawal hak pilih. Dan Mengimbau KPU agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan hak pilih, serta sosialisasi kepada masyarakat atau pemilih yang belum ber-KTP el dalam menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

