Published On: Kam, Sep 25th, 2014

Kilang JOB PPEJ Semburkan “Gas Beracun”, Warga Rahayu “Santai”

SOKO

GAS BERACUN: Upacara pembukaan gladi simulasi H2S yang digelar badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Pemkab Tuban dan JOB Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ), Kamis (25/09/2014) siang.

GAS BERACUN: Upacara pembukaan gladi simulasi H2S yang digelar badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Pemkab Tuban dan JOB Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ), Kamis (25/09/2014) siang.

seputartuban.com-Puluhan warga Desa Rahayu Kecamatan Soko panik dan lari tunggang langgang begitu suara sirine meraung-raung sebagai tanda telah terjadi kebocoran gas H2s, dari pengeboran minyak yang dikelola JOB PPEJ dan letakmya persis di depan mata warga, Kamis (25/09/2014) siang. Loh?

Sebentar, jangan ikut-ikutan panik dan berasumsi aneh-aneh. Sebab, peristiwa paniknya warga ring satu tersebut hanya merupakan penggalan replika simulasi penanggulangan bencana gas beracun yang tak kasat alias mata, alias “latihan” yang dimotori badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Pemkab Tuban dan JOB Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ).

Dalam acara simulasi penanggulangan bencana kegagalan teknologi industri ini melibatkan 250 warga Dusun Gandu dan Dusun Delik Desa Rahayu Kecamatan Soko. Turut mendamping dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota Koramil Plumpang, Soko dan Koramil Parengan, Sabhara Polres Tuban, Polsek Soko, Satpol PP, Puskesmas, PMI serta sekuriti JOB PPEJ sendiri.

“Karena keberadaan industrialisasi di Kabupaten Tuban yang mulai menggeliat, seharusnya (simulasi) ini dilakukan pula oleh perusahaan yang lain. Tujuannya agar dapat mengantisipasi sedini mungkin ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein saat membuaka gladi simulasi yang digelar di lapangan Desa Rahayu tersebut.

Menurut dia, simulasi ini dilaksanakan agar masyarakat sadar dan faham betul apa yang harus dilakukan saat terjadi semburan gas H2S.

Sedangkan teknis simulasi itu sendiri diawali dengan suara sirine dari kantor JOB PPEJ kemudian warga berlari menuju jalan raya sebelum kemudian diangkut menggunakan truk yang disediakan menuju lapangan Desa Rahayu.

Jika kemudian semburan gas racun dari H2s terus meningkat warga kemudian dievakuasi menuju lapangan Desa Sokosari yang letaknya sekitar 2 kilometer dari lapangan desa setempat didampingi petugas terkait.

“Sementara pihak penanggulangan bencana seperti kodim, koramil, shabara dan polsek bertugas memastikan situasi desa. Jika situasi sudah terkendali baru warga kembali diangkut menuju rumahnya masing-masing,” tutur super visor blow up bidang gas H2S JOB PPEJ.

Pada bagian, warga mengaku senang dengan digelarnya simulasi penganggulangan gas beracun yang bersumber dari pengeboran minyak.

“Dengan begitu semua warga di ring satu bisa langsung mengambil langkah dan tidak panik ketika terjadi semburan gas beracun,” kata Laili Saadah disamping warga Desa Rahayu lainnya usai mengikuti simulasi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author