Dikeluhkan Ada Ulat Hingga Kacang Beberapa Biji, SPPG Kedungrejo Kerek Viral

seputartuban.com, KEREK – Insiden viral beredarnya video Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimakan oleh siswa Mardasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kecamatan Kerek, kabupaten Tuban. Siswa menemukan ulat krayak/ulat Krop, jenis serangga yang  ditemukan di sayuran Sawi pada Rabu pagi (17/12/2025).

Dalam video berdurasi 00:34 detik itu  nampak jelas terdapat ulat berwarna hijau beserta bakteri telur berwarna hitam.  Terlihat sayur sawi dan ulat tersebut masih dalam kondisi di kotak food tree MBG yang berisi nasi, pentol tahu, capcay tauge, irisan pentol dan irisan daun sawi. “Siswa tersebut memanggil saya. Menunjukkan ada ulat dan kotorannya didalam wadah makan,” jelas seorang guru dalam video.

Diakui olehnya, biasanya kala penerimaan MBG ada petugas khusus dari sekolah yang menerima serta mengecek sehubungan adanya temuan itu, pihak sekolah  langsung mengembalikan kepada petugas dapur MBG Kedungrejo. “Mengetahui hal itu, sehingga kami kembalikan makanan tersebut kepada petugas MBG,” imbuhnya.

VIRAL : Kondisi menu yang sebelumnya juga sempat jadi perbincangan mirin. IST/seputartuban.com

Sebelumnya, dari SPPG ini juga menyajikan jenis menu yang juga sempat viral. Berupa rebusan kacang kulit yang dibungkus plastik kecil berisi 7 biji. Irisan melon sepotong, pentol 2 buah serta Roti. Kemudian menu tersebut dibungkus dengan plastik kresek.

Kepala Mitra Dapur SPPG Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Wahyu Setiawan menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian ini. Pihaknya mengaku, tim pemorsian dan tim persiapan kurang teliti dan teledor serta juga sudah mengganti menu baru ke sekolah tersebut. “Ulat sayur menandakan bahwa sayur tersebut tanpa pestisida,” kilahnya.

Terpisah, Ketua Satgas MBG kabupaten Tuban, Abdul Rakhmad menyayangkan adanya temuan menu makan gratis yang berulat. Pihaknya, akan meneruskan temuan tersebut kepada ketua kordinator wilayah SPPI Tuban.  “Nanti akan segera kami teruskan ke Korwil SPPI Tuban, untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, ditegaskan dalam progam strategis nasional MBG banyak  temuan dilapangan dengan  indikasi penyimpangan. Diantarnya, keberadaan dapur tanpa ada kordinasi pihak terkait. Tiba – tiba operasional atau memasak dan mendistribusikan MBG. Sehingga, ini akan mengaburkan tujuan utama progam MBG.

Yakni memberikan makanan seimbang dan bergizi kepada siswa sekolah, sebagai penerima manfaat, dengan begitu penerima dapat memperoleh gizi seimbang serta memiliki kesehatan optimal. “Kami meminta agar seluruh SPPG di Kabupaten Tuban terus menjaga dan meningkatkan kualitas, keamanan, dan kesehatan pangan, serta kordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. RHOFIK SUSYANTO

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses